The Secret Movie; , Apakah The Secret itu? (kesimpulan sesi I)
Posted by Yoyox Sancoyo at 7/10/2007 03:12:00 PM
Pembaca,
Anda pasti telah tahu film the Secret (http://thesecret.tv/).... Banyak sekali blog dan web yang menceritakan kehebatan film ini. Jangan bayangkan the secret ini film cerita action yang ada cerita tentang sebuah rahasia didalamya, ini adalah pemaparan cerita dari Rhonda Byrne tentang sebuah rahasia besar, yang ternyata selama ini hanya dikuasai oleh orang-orang tertentu, dan orang-orang itu memang besar dan sangat terkenal pada jamannya, bahkan sampai sekarang. The secret deatail silahkan link ke http://thesecret.tv/ untuk mengetahui seperti apakah film itu..
Dan saya pribadi telah nonton ini sekitar 3 kali. Dan ketiga-tiganya saya mendapatkan kesimpulan yang berbeda-beda,tetapi masih saling menyambung. Ketika nonton pertama kali saya hanya menangkap the secret itu apa sih? Rahasianya apa? Dan muncul pertanyaan bagaimana menguak rahasia itu? Hal itu terjawab di nonton kedua saya. Tapi pada waktu nonton kedua ini muncul lagi pertanyaa, Tuhan dimana? Kok dalam film tidak ada penyebutan Tuhan? Kenapa hanya universe yang hanya disebut? Hal ini terjawab di nonton ketiga...
So, jadi bisa dikatakan, setiap kali nonotn, pasti ada hal baru yang bisa saya bungkus dan aku bawa pulang,, selalu ada hal baru....
So, kesimpulan Film The Secret menurut saya adalah, (kesimpulan ketika pertama kalinya nonton film the secret):
Ada satu rahasia besar di dunia ini, yaitu Hukum Ketertarikan atau Hukum Keterpikatan, atau kalo cara jawa ya Semar Mesem, yaitu sebuah hukum alam yang mengatakan bahwa pada dasarnya semua hal di dunia ini saling terkoneksi dengan menggunakan hukum ini. Dan untuk terkoneksi dengan ini kita hanya menggunakan. Hanya menggunakan otak. Pikirkan, obrolkan dan katakan apa yang anda inginkan pada semua orang secara terus menerus dan konsisiten, maka PASTI akan terwujud. Siapapun dan dimanapun anda berada sekarang. Apa yag anda pikirkan, itu yang akan jadi kenyataan, dalam waktu yang singkat ataupun lama, pasti akan terwujud. Jadi menurut saya, sudah saatnya kita hati-hati untuk berpikir. Berpikirlah yang positif-positif saja. Dan cuekin saja manakala ada sesuatu hal yang mendorong kita untuk berpikir negatif. Selalu berpikir Positif... Misalnya gini, kita suatu hari harus berkunjung ke rumah sakit karena teman kita kecelakaan misalnya. Teman kita masih bisa bicara, tapi dia mengalami patah tulang yang cukup parah. Kebiasaan kita adalah bertanya,"Bagaimana kejadiannya sih? Kok bisa kecelakaan parah gitu?" Dan biasanya teman kita akan menceritakan secara runtut, dan ketika mendengar, otak kita tanpa sadar akan mencetak gambar di kepala berdasarkan ceRita teman kita tadi. Nah ini yang berbahaya, suatu saat nanti kita PASTI akan mengalami seperti cerita teman kita tadi.. Dan lagian pertanyaan kita 'Bagaimana kejadiannya sih' itu nggak ada gunanya sama sekali. Buat apa kita bertanya seperti itu? Buat apa bertanya prosesnya kalo hasilnya sudah kelihatan? Kecuali kita mau mencontohnya nggak apa-apa. Lain hal untuk sesuatu yang positif, memang kita HARUS tahu prosesnya. Tapi untuk yang negatif tidak usah tahu. Percuma, tidak ada gunanya.
Otak kita tidak bisa membayangkan negasi, atau kebalikan atau invers. Atau dengan kata lain tidak mengenal kata "JANGAN, TIDAK, DILARANG," dan bentuk kata negasi lainnya. Karena jika kita bilang JANGAN MEMBAYANGKAN GAJAH, maka otak kita akan membayangkan gajah. Akan berusaha untuk mewujudkan Gajah. Dan lebih hebatnya lagi, seperti yang pernah disampaikan pak Ustadz Huzaifah pada waktu pengajian TDA Qolbu Salim di Bekasi di rumah pak Hadi, otak kita bekerja seperti Rudal yang sedang mengejar Sasaran, dan belum berhenti mengejar sebelum sasarannya meledak. Jadi jika kita sudah mendeklarasikan niat kita, maka otak pasti akan menyebarkan niat kita ke seluruh penjuru alam semesta dan "membuat janji untuk bertemu" dengan hal atau sesuatu atau otak orang lain, terutama kepada hal atau sesuatu yang selaras dan mendukung niatan kita tadi. Dan kepikiran, niatan, omongan, bayangan sekilas, dsb, bagi otak kita sudah merupakan deklarasi.. jadi hati-hatilah berpikir..
So, karena otak tidak mengenal kata JANGAN dan bentuk negasi lainnya, maka sesuai dengan saran di film the Secret;
GERAKAN SERIBU POHON lebih baik dari pada STOP PENEBANGAN LIAR
RAIH KEMAKMURAN lebih baik dari pada BERANTAS KEMISKINAN
BEKERJALAH DENGAN JUJUR lebih baik daripada BERANTAS KORUPSI
BEKERJA GIAT lebih baik daripada PANTANG MENYERAH
dst....
Namun demikian, otak kita juga bisa kita bohongi, untuk hal yang tadinya negatif menjadi positif, misalnya
SAYA TIDAK KAYA lebih baik dari pada SAYA MISKIN
SAYA TIDAK PANDAI lebih baik dari pada SAYA BODOH
SAYA BELUM BERHASIL lebih baik daripada SAYA GAGAL
dst...
Intinya selalu berpikir positif...terhadap apapun, bahkan kegagalan sekalipun...
Sebagai contoh, dulu ketika Thomas Alfa Edison menemukan bola lampu listrik setelah percobaannya mengalami kegagalan sebanyak 8999 kali. Percobaannya yang sebanyak 8999 dia katakan bukan gagal, tapi dia merasa beruntung menemukan 8999 cara yang salah dalam membuat bola lampu... (sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0604/24/cakrawala/eureka.htm)
Demikian pembaca, itu adalah rangkuman saya terhadap film the Secret. Rangkuman itu adalah sesion I. Masih ada lagi sesi berikutnya yaitu Dimanakah sih letak Tuhan di film the secret?, Bagaimana caranya kita mencapai tujuan cita-cita kita based on the Secret?, Kenapa kita tetap tidak bisa menguasai the Secret? dan kesimpulan terakhir, Jika semua manusia di planet ini menguasai The Secret, apa dampaknya?
Insya Allah semua akan saya postingkan di blog ini... so keep in touch!
Demikian,semoga bermanfaat.
Salam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar