Cerita inspiratif – Indahnya kebersamaan
20 Feb
Anto adalah salah satu pegawai yang cukup sibuk yang bekerja untuk salah satu perusahaan swasta terkemuka, sehingga seringkali ia pulang kerja hingga larut malam. Suatu ketika Anto pulang kerja, ternyata Budi (anaknya) yang masih kelas 2 SD membukakan pintu untuknya, dan sepertinya Budi memang sengaja menunggu ayahnya tiba di rumah. “Kok kamu belum tidur?”, sapa Anto setelah mencium keningnya. Budi menjawab,“Aku memang sengaja menunggu ayah pulang karena aku ingin bertanya, berapa sih gaji ayah?”. “Lho, kok kamu nanya gaji ayah sih?”, “Nggak, Budi cuma mau tahu aja ayah..”, timpal Budi. Ayahnya pun menjawab, “Kamu hitung sendiri, setiap hari ayah bekerja 10 jam dan dibayar Rp.400.000, dan tiap bulan rata-rata ayah bekerja 25 hari. Hayoo.. jadi berapa gaji ayah dalam 1 bulan?”. Budi langsung bergegas mengambil pensilnya, sementara ayahnya melepas sepatu. Ketika Anto beranjak menuju kamar, Budi berlari mengikutinya.
Kemudian Budi menjawabnya, “Kalo 1 hari ayah dibayar Rp.400.000 untuk 10 jam, berarti 1 jam ayah digaji Rp.40.000 donk?”. “Pinter anak ayah sekarang ya.., sekarang kamu cuci kaki dan tidur ya”, jawab ayahnya. Tetapi, Budi tidak juga beranjak. Sambil memperhatikan ayahnya ganti pakaian, Budi kembali bertanya, “Ayah, boleh pinjam uang 5rb nggak?”. “Sudah, buat apa uang malam-malam begini?! Ayah capek, mau mandi dulu, sekarang kamu tidur!”, jawab ayahnya. Dengan wajah melas Budi menjawab, “Tapi ayah..”, ayahnya pun langsung menghardiknya, “Ayah bilang tidur!!”. Anak kecil itupun langsung berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Anto menyesali perbuatannya yang telah menghardik anaknya tersebut. Ia pun melihat kondisi anaknya tersebut. Dan ternyata, anak kesayangannya itu belum tidur. Ternyata Budi dilihatnya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.15.000 di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala anaknya itu, Anto berkata, “Maafkan ayah ya nak. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kita beli ya. Jangankan minta 5rb, lebih dari itupun ayah kasih”. Budipun menjawab, “Ayah, aku nggak minta uang. Aku cuma mau minjem. Nanti aku kembalikan lagi setelah aku nabung minggu ini”. “Iya iya, tapi buat apa?”, tanya Budi dengan lembut. “Aku nunggu ayah dari jam 8 tadi, aku mau ngajak ayah main ular tangga. Cuma tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang, kalau waktu ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ternyata cuma ada Rp.15.000. tapi, karena ayah bilang ayah tiap 1 jam ayah digaji Rp.40.000, jadi setengah jamnya ayah digaji Rp.20.000. Uang tabunganku kurang 5rb, jadi makanya aku mau pinjam uang ayah 5rb”, jawab Budi dengan polos.
Anto pun terdiam, dan dipeluknya anak kecil itu erat-erat.. [the end]
Tulisan diatas saya dapatkan ketika lagi ngotak-ngatik komputer seorang teman saya, sayangnya teman saya itu lupa sumber tulisan tersebut. Menurut saya itu adalah ceritainspiratif, karena fenomena tersebut bisa saja terjadi diantara kita. Apalagi sulitnya kehidupan sekarang ini membuat kita harus bekerja extra keras , hingga kadang-kadang kita lupa terhadap sesuatu hal, atau orang-orang yang membutuhkan keberadaan kita ditengah-tengah mereka.
Kebersamaan bukanlah apa-apa dibanding dengan segalanya. Namun, kebersamaan tidak dapat di tukar dengan segalanya yang telah kita miliki .
Semoga bagi yang pernah, atau memang sedang mengalami kondisi tersebut (dalam posisi sebagai orang tua) bisa membuka mata lebar-lebar dan segera menyadari bahwa ada orang yang membutuhkan kasih sayang, komunikasi, perhatian dan kebersamaan. Dan jika posisinya sebagai si anak, kalaupun memang memiliki orang tua seperti cerita inspiratif diatas, “Tetaplah berfikir positif”. Karena bagaimanapun orang tua kamu bekerja mati-matian adalah hanya untuk untuk keluarga (termasuk kamu). Tetaplah menjalin komunikasi, kedekatan serta keterbukaan dengan orang tua agar kamu tetap bisa merasa nyaman, serta kamu menganggap bahwa “Keluarga saya adalah keluarga yang terindah!”.
Sabtu, 25 Februari 2012
Selasa, 21 Februari 2012
Kata orang Singapore tentang Indonesia
artikel bagus dari millist..Semoga bangsa kita sadar..
Kata orang Singapore tentang Indonesia
Suatu pagi di bandar lampung, kami menjemput seseorang di bandara. Orang
itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.
Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya
melayu , english, (atau singlish?) beliau menceritakan pengalaman2
hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis,
spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..
"Your country is so rich!"
Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..
"Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia"
"Everything can be found here in Indonesia, u dont need d world"
"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan,
dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !"
"Singapore is nothing, we cant be rich without indonesia . 500.000orang
indonesia berlibur ke singapura setiap bulan. bisa terbayang uang yang
masuk ke kami? apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun
orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah
rumah sakit kami, orang indonesia semua yang berobat."
"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan
indonesia masuk? ya benar2 panik. sangat berasa, we are nothing."
"Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk di
singapura dan malaysia ? kalian di indonesia dengan mudah dapat beras"
"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami,
air bersih pun kami beli dari malaysia . Saya pernah ke kalimantan,
bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada
matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik
China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya
melihatnya sendiri"
"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo
Indonesia ? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut
kalo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. harusnya
KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli lah dari petani2
kita sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu
kalian impor klo bisa produksi sendiri."
"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia
will rules the world.."
Hadin A. Miftah
Kata orang Singapore tentang Indonesia
Suatu pagi di bandar lampung, kami menjemput seseorang di bandara. Orang
itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.
Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya
melayu , english, (atau singlish?) beliau menceritakan pengalaman2
hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis,
spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..
"Your country is so rich!"
Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..
"Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia"
"Everything can be found here in Indonesia, u dont need d world"
"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan,
dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !"
"Singapore is nothing, we cant be rich without indonesia . 500.000orang
indonesia berlibur ke singapura setiap bulan. bisa terbayang uang yang
masuk ke kami? apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun
orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah
rumah sakit kami, orang indonesia semua yang berobat."
"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan
indonesia masuk? ya benar2 panik. sangat berasa, we are nothing."
"Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk di
singapura dan malaysia ? kalian di indonesia dengan mudah dapat beras"
"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami,
air bersih pun kami beli dari malaysia . Saya pernah ke kalimantan,
bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada
matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik
China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya
melihatnya sendiri"
"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo
Indonesia ? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut
kalo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. harusnya
KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli lah dari petani2
kita sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu
kalian impor klo bisa produksi sendiri."
"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia
will rules the world.."
Hadin A. Miftah
Senin, 20 Februari 2012
( Mr. Inggris VS Mr. Syaikh )
VIRTUAL DIALOG TERBUKA
( Mr. Inggris VS Mr. Syaikh )
Lelaki inggris bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tdk boleh bersentuhan dengan sembarang pria?"
Syaikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan ratu Elizabeth?
Lelaki inggris menjawab: "oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu."
Syaikh tersenyum & berkata: "Wanita2 kami (Kaum muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh bersentuhan dengan pria sembarangan (yg bukan mahramnya")
Lalu si inggris bertanya lagi, "Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?"
Syekh tersenyum dan punya 2 permen, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi tertutup. dia melemparkan keduanya kelantai.
Syaikh bertanya: "Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?"
Si inggris menjawab: "Yang tertutup.."
Syeikh berkata: " Itulah cara kami memperlakukan dan melihat perempuan kami"
( Mr. Inggris VS Mr. Syaikh )
Lelaki inggris bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tdk boleh bersentuhan dengan sembarang pria?"
Syaikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan ratu Elizabeth?
Lelaki inggris menjawab: "oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu."
Syaikh tersenyum & berkata: "Wanita2 kami (Kaum muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh bersentuhan dengan pria sembarangan (yg bukan mahramnya")
Lalu si inggris bertanya lagi, "Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?"
Syekh tersenyum dan punya 2 permen, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi tertutup. dia melemparkan keduanya kelantai.
Syaikh bertanya: "Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?"
Si inggris menjawab: "Yang tertutup.."
Syeikh berkata: " Itulah cara kami memperlakukan dan melihat perempuan kami"
Rabu, 15 Februari 2012
Kembali jadi anak-anak-Bagaimana membangkitkan daya Visual Kita
Kembali jadi anak-anak-Bagaimana membangkitkan daya Visual Kita
Otak Kanan Berkembang pesat saat Anak-Anak
Tentu Anda sudah tahu perbedaan otak kanan dan otak kiri. Otak kiri terkait dengan logika atau urutan sedangkan otak kiri terkait dengan rasa, intuisi, feeling dan sejenisnya.
Seringkali kalau kita amati, anak kecil masih cenderung menggunakan otak kanannya. Pada usia baligh, puber, pemakaian otak kiri cenderung lebih banyak karena otak kirinya baru di’on’kan.
Memang, sebelum masa puber pun, otak kiri kita sudah mulai berjalan. Ini pun karena banyaknya interfrensi dari orang luar, baik orang tua, guru di sekolah maupun lingkungan.
Namanya juga hidup, masak sih gak boleh berpikir logis. Yaa sah-sah saja. Makanya pakailah otak kanan dan kiri secara seimbang.
Visualisasi acap kali dipergunakan anak-anak karena keterbatasan pengetahuannya. Misalkan, saya membayangkan bisa ke Jakarta yang ada monasnya. Bisa jadi monasnya perlah dilihat di TV selebihnya tentang Jakarta kita hanya membayangkan. BIsa jadi tebakan itu benar bisa jadi salah, tergantung banyaknya informasi yang sudah masuk ke memory otak kita.
Di jaman saya masih sekolah Idtidaiyah (setingkat SD), lagi seru-serunya drama radio Brahma Kumbara. Di istirahat sekolah atau siang hari kita berlomba-lomba untuk mengetahui serial yang terbaru. Sudah berjalan setahun pun, saya masih bisa bercerita dari awal sampai serial terakhir.
Saat ini pun saya masih ingat-ingat lupa, Brahma yang masa kecilnya diliputi peperangan akhirnya berpisah dengan ayah-bundanya yang menjadi punggawa di kerajaan Kuntala. Dia ikut kakeknya dan digembleng ilmu kedigjayaan. Akhirnya sampai dewasa dia mendapatkan pedang merah dan bergabung dengan adiknya Mantili, pewaris pedang biru yang sudah ikut tes jadi prajurit.
Bagaimana berbondong-bondongnya 9 pasukan kerjaan yang bersatu menaklukkan kerajaan Kuntala yang imperialis. Akhirnya dimenangkan oleh pasukan koalisi. Punggawa kerajaan Kuntala yang paling sakti, Gardika, berusaha membalas dendam dengan imlu ajian ‘Serat Jiwa’.
Imajinasi anak-anak terhadap ilmu lari cepat seipi angin, bayu bajrah, jurus srigunting dan serat jiwa akan membawa kea lam hayal yang indah sekali. Hampir saja saya kebablasan ketika usia SMP akan merantau ke Banten dari Gresik untuk berguru ilmu kanuragan dan mengembara. Untung teman yang merekomendasikan saya untuk ‘nunut’ truck ke Jakarta tidak muncul. Apa jadinya kalau kenekatan tersebut terjadi. Mungkin saya sudah menjadi pendekar terkenal atau bahkan orang sakti, Ki Bukhin Sakti.
Imajinasi kehidupan terus berkembang seiring dengan rekaman kehidupan yang kita peroleh saat itu. Bagaimana saya membayangkan/visualkan rumah yang ideal. Di sini terlihat impian dan pencapaian itu pun berjalan, mengikuti ‘banyu mili’.
Nah di kehidupan saat ini, saya pun menvisualkan juga menfokuskan pada impian jangka pendek. Impian ini biasanya berjarak 3 bulan sampai dengan 1 tahun. Kenapa harus focus, itu karena otak saya juga gak bisa dipecah-pecah jadi banyak. Kalau ada teman2 yang sangat cerdas sehingga bisa multitasking boleh saja mengejar impiannya dalam waktu dekat bersama-sama, lebih dari satu.
Dalam mengejar impian ini, saya menvualkan dengan chart, gambar, grafik, angka-angka dan pencapaian utama.
Buat Anda yang sudah pernah baca buku saya, ikut seminar saya tentu sudah pernah melihat tangga impian. Untuk mengejar impian tersebut, diperlukan:
1. Target
2. Waktu pencapaian
3. Strategi untuk mencapainya
Otak kanan atau ada yang mengistilahkan batin bawah sadar, batin alam sadar, alam bawah sadar atau istilah kerennya sub-conscious mind. Bagi otak kanan, rekaman visual baik sudah terjadi maupun belum terjadi, asalkan kita merasa nyaman memperoleh/memilikinya dianggap data yang sama.
Contoh visualisasi, Anda tentu juga sudah baca tulisan saya ‘Membiasakan Menyebut M ‘. Ini juga dalam rangka membiasakan batin bawah sadar.
Bagi Anda yang sudah melogika setiap tindakan kita, ada baiknya kita balik ke masa kanak-kanak di mana kita bisa berhayal untuk mencapai apa yang kita inginkan. Setelah dapat, kita pun balik ke masa sekarang untuk menyusun strategi untuk mencapainya.
Selamat memasuki alam anak-anak untuk membangkitkan daya visual kita.
Otak Kanan Berkembang pesat saat Anak-Anak
Tentu Anda sudah tahu perbedaan otak kanan dan otak kiri. Otak kiri terkait dengan logika atau urutan sedangkan otak kiri terkait dengan rasa, intuisi, feeling dan sejenisnya.
Seringkali kalau kita amati, anak kecil masih cenderung menggunakan otak kanannya. Pada usia baligh, puber, pemakaian otak kiri cenderung lebih banyak karena otak kirinya baru di’on’kan.
Memang, sebelum masa puber pun, otak kiri kita sudah mulai berjalan. Ini pun karena banyaknya interfrensi dari orang luar, baik orang tua, guru di sekolah maupun lingkungan.
Namanya juga hidup, masak sih gak boleh berpikir logis. Yaa sah-sah saja. Makanya pakailah otak kanan dan kiri secara seimbang.
Visualisasi acap kali dipergunakan anak-anak karena keterbatasan pengetahuannya. Misalkan, saya membayangkan bisa ke Jakarta yang ada monasnya. Bisa jadi monasnya perlah dilihat di TV selebihnya tentang Jakarta kita hanya membayangkan. BIsa jadi tebakan itu benar bisa jadi salah, tergantung banyaknya informasi yang sudah masuk ke memory otak kita.
Di jaman saya masih sekolah Idtidaiyah (setingkat SD), lagi seru-serunya drama radio Brahma Kumbara. Di istirahat sekolah atau siang hari kita berlomba-lomba untuk mengetahui serial yang terbaru. Sudah berjalan setahun pun, saya masih bisa bercerita dari awal sampai serial terakhir.
Saat ini pun saya masih ingat-ingat lupa, Brahma yang masa kecilnya diliputi peperangan akhirnya berpisah dengan ayah-bundanya yang menjadi punggawa di kerajaan Kuntala. Dia ikut kakeknya dan digembleng ilmu kedigjayaan. Akhirnya sampai dewasa dia mendapatkan pedang merah dan bergabung dengan adiknya Mantili, pewaris pedang biru yang sudah ikut tes jadi prajurit.
Bagaimana berbondong-bondongnya 9 pasukan kerjaan yang bersatu menaklukkan kerajaan Kuntala yang imperialis. Akhirnya dimenangkan oleh pasukan koalisi. Punggawa kerajaan Kuntala yang paling sakti, Gardika, berusaha membalas dendam dengan imlu ajian ‘Serat Jiwa’.
Imajinasi anak-anak terhadap ilmu lari cepat seipi angin, bayu bajrah, jurus srigunting dan serat jiwa akan membawa kea lam hayal yang indah sekali. Hampir saja saya kebablasan ketika usia SMP akan merantau ke Banten dari Gresik untuk berguru ilmu kanuragan dan mengembara. Untung teman yang merekomendasikan saya untuk ‘nunut’ truck ke Jakarta tidak muncul. Apa jadinya kalau kenekatan tersebut terjadi. Mungkin saya sudah menjadi pendekar terkenal atau bahkan orang sakti, Ki Bukhin Sakti.
Imajinasi kehidupan terus berkembang seiring dengan rekaman kehidupan yang kita peroleh saat itu. Bagaimana saya membayangkan/visualkan rumah yang ideal. Di sini terlihat impian dan pencapaian itu pun berjalan, mengikuti ‘banyu mili’.
Nah di kehidupan saat ini, saya pun menvisualkan juga menfokuskan pada impian jangka pendek. Impian ini biasanya berjarak 3 bulan sampai dengan 1 tahun. Kenapa harus focus, itu karena otak saya juga gak bisa dipecah-pecah jadi banyak. Kalau ada teman2 yang sangat cerdas sehingga bisa multitasking boleh saja mengejar impiannya dalam waktu dekat bersama-sama, lebih dari satu.
Dalam mengejar impian ini, saya menvualkan dengan chart, gambar, grafik, angka-angka dan pencapaian utama.
Buat Anda yang sudah pernah baca buku saya, ikut seminar saya tentu sudah pernah melihat tangga impian. Untuk mengejar impian tersebut, diperlukan:
1. Target
2. Waktu pencapaian
3. Strategi untuk mencapainya
Otak kanan atau ada yang mengistilahkan batin bawah sadar, batin alam sadar, alam bawah sadar atau istilah kerennya sub-conscious mind. Bagi otak kanan, rekaman visual baik sudah terjadi maupun belum terjadi, asalkan kita merasa nyaman memperoleh/memilikinya dianggap data yang sama.
Contoh visualisasi, Anda tentu juga sudah baca tulisan saya ‘Membiasakan Menyebut M ‘. Ini juga dalam rangka membiasakan batin bawah sadar.
Bagi Anda yang sudah melogika setiap tindakan kita, ada baiknya kita balik ke masa kanak-kanak di mana kita bisa berhayal untuk mencapai apa yang kita inginkan. Setelah dapat, kita pun balik ke masa sekarang untuk menyusun strategi untuk mencapainya.
Selamat memasuki alam anak-anak untuk membangkitkan daya visual kita.
Dimana letak bahagia
Bahagia ada di hati. Hati bisa diprogram. Bergantung bagaimana kita menghadapi stress, mengelolanya dan menerimanya.
Kunci bahagia: bersyukur atas apa yg sdh kita raih...
Kaya atau miskin secara harta bukan ukuran bahagia.
Orang kaya atau miskin bisa merasa bahagia, sama aja koq.
Saya jg merasa sudah kaya.
Meskipun buanyak yang lebih kaya dari saya.
Apakah saya ingin lebih kaya lagi ? Tentu dooonk.
Apakah itu dianggap tdk bahagia ? Bukan jugaa.
Hidupku-ditentukan oleh pikir dan langkahku. Aku mau berjalna lagi, berhenti atau mendaki-biarlah langkahku.
Meski berpeluh-aku senang-aku bahagia... delete
Bahagia ada di hati. Hati bisa diprogram. Bergantung bagaimana kita menghadapi stress, mengelolanya dan menerimanya.
Kunci bahagia: bersyukur atas apa yg sdh kita raih...
Kaya atau miskin secara harta bukan ukuran bahagia.
Orang kaya atau miskin bisa merasa bahagia, sama aja koq.
Saya jg merasa sudah kaya.
Meskipun buanyak yang lebih kaya dari saya.
Apakah saya ingin lebih kaya lagi ? Tentu dooonk.
Apakah itu dianggap tdk bahagia ? Bukan jugaa.
Hidupku-ditentukan oleh pikir dan langkahku. Aku mau berjalna lagi, berhenti atau mendaki-biarlah langkahku.
Meski berpeluh-aku senang-aku bahagia... delete
Kunci bahagia: bersyukur atas apa yg sdh kita raih...
Kaya atau miskin secara harta bukan ukuran bahagia.
Orang kaya atau miskin bisa merasa bahagia, sama aja koq.
Saya jg merasa sudah kaya.
Meskipun buanyak yang lebih kaya dari saya.
Apakah saya ingin lebih kaya lagi ? Tentu dooonk.
Apakah itu dianggap tdk bahagia ? Bukan jugaa.
Hidupku-ditentukan oleh pikir dan langkahku. Aku mau berjalna lagi, berhenti atau mendaki-biarlah langkahku.
Meski berpeluh-aku senang-aku bahagia... delete
Bahagia ada di hati. Hati bisa diprogram. Bergantung bagaimana kita menghadapi stress, mengelolanya dan menerimanya.
Kunci bahagia: bersyukur atas apa yg sdh kita raih...
Kaya atau miskin secara harta bukan ukuran bahagia.
Orang kaya atau miskin bisa merasa bahagia, sama aja koq.
Saya jg merasa sudah kaya.
Meskipun buanyak yang lebih kaya dari saya.
Apakah saya ingin lebih kaya lagi ? Tentu dooonk.
Apakah itu dianggap tdk bahagia ? Bukan jugaa.
Hidupku-ditentukan oleh pikir dan langkahku. Aku mau berjalna lagi, berhenti atau mendaki-biarlah langkahku.
Meski berpeluh-aku senang-aku bahagia... delete
Selasa, 14 Februari 2012
The Secret Movie; , Apakah The Secret itu?
The Secret Movie; , Apakah The Secret itu? (kesimpulan sesi I)
Posted by Yoyox Sancoyo at 7/10/2007 03:12:00 PM
Pembaca,
Anda pasti telah tahu film the Secret (http://thesecret.tv/).... Banyak sekali blog dan web yang menceritakan kehebatan film ini. Jangan bayangkan the secret ini film cerita action yang ada cerita tentang sebuah rahasia didalamya, ini adalah pemaparan cerita dari Rhonda Byrne tentang sebuah rahasia besar, yang ternyata selama ini hanya dikuasai oleh orang-orang tertentu, dan orang-orang itu memang besar dan sangat terkenal pada jamannya, bahkan sampai sekarang. The secret deatail silahkan link ke http://thesecret.tv/ untuk mengetahui seperti apakah film itu..
Dan saya pribadi telah nonton ini sekitar 3 kali. Dan ketiga-tiganya saya mendapatkan kesimpulan yang berbeda-beda,tetapi masih saling menyambung. Ketika nonton pertama kali saya hanya menangkap the secret itu apa sih? Rahasianya apa? Dan muncul pertanyaan bagaimana menguak rahasia itu? Hal itu terjawab di nonton kedua saya. Tapi pada waktu nonton kedua ini muncul lagi pertanyaa, Tuhan dimana? Kok dalam film tidak ada penyebutan Tuhan? Kenapa hanya universe yang hanya disebut? Hal ini terjawab di nonton ketiga...
So, jadi bisa dikatakan, setiap kali nonotn, pasti ada hal baru yang bisa saya bungkus dan aku bawa pulang,, selalu ada hal baru....
So, kesimpulan Film The Secret menurut saya adalah, (kesimpulan ketika pertama kalinya nonton film the secret):
Ada satu rahasia besar di dunia ini, yaitu Hukum Ketertarikan atau Hukum Keterpikatan, atau kalo cara jawa ya Semar Mesem, yaitu sebuah hukum alam yang mengatakan bahwa pada dasarnya semua hal di dunia ini saling terkoneksi dengan menggunakan hukum ini. Dan untuk terkoneksi dengan ini kita hanya menggunakan. Hanya menggunakan otak. Pikirkan, obrolkan dan katakan apa yang anda inginkan pada semua orang secara terus menerus dan konsisiten, maka PASTI akan terwujud. Siapapun dan dimanapun anda berada sekarang. Apa yag anda pikirkan, itu yang akan jadi kenyataan, dalam waktu yang singkat ataupun lama, pasti akan terwujud. Jadi menurut saya, sudah saatnya kita hati-hati untuk berpikir. Berpikirlah yang positif-positif saja. Dan cuekin saja manakala ada sesuatu hal yang mendorong kita untuk berpikir negatif. Selalu berpikir Positif... Misalnya gini, kita suatu hari harus berkunjung ke rumah sakit karena teman kita kecelakaan misalnya. Teman kita masih bisa bicara, tapi dia mengalami patah tulang yang cukup parah. Kebiasaan kita adalah bertanya,"Bagaimana kejadiannya sih? Kok bisa kecelakaan parah gitu?" Dan biasanya teman kita akan menceritakan secara runtut, dan ketika mendengar, otak kita tanpa sadar akan mencetak gambar di kepala berdasarkan ceRita teman kita tadi. Nah ini yang berbahaya, suatu saat nanti kita PASTI akan mengalami seperti cerita teman kita tadi.. Dan lagian pertanyaan kita 'Bagaimana kejadiannya sih' itu nggak ada gunanya sama sekali. Buat apa kita bertanya seperti itu? Buat apa bertanya prosesnya kalo hasilnya sudah kelihatan? Kecuali kita mau mencontohnya nggak apa-apa. Lain hal untuk sesuatu yang positif, memang kita HARUS tahu prosesnya. Tapi untuk yang negatif tidak usah tahu. Percuma, tidak ada gunanya.
Otak kita tidak bisa membayangkan negasi, atau kebalikan atau invers. Atau dengan kata lain tidak mengenal kata "JANGAN, TIDAK, DILARANG," dan bentuk kata negasi lainnya. Karena jika kita bilang JANGAN MEMBAYANGKAN GAJAH, maka otak kita akan membayangkan gajah. Akan berusaha untuk mewujudkan Gajah. Dan lebih hebatnya lagi, seperti yang pernah disampaikan pak Ustadz Huzaifah pada waktu pengajian TDA Qolbu Salim di Bekasi di rumah pak Hadi, otak kita bekerja seperti Rudal yang sedang mengejar Sasaran, dan belum berhenti mengejar sebelum sasarannya meledak. Jadi jika kita sudah mendeklarasikan niat kita, maka otak pasti akan menyebarkan niat kita ke seluruh penjuru alam semesta dan "membuat janji untuk bertemu" dengan hal atau sesuatu atau otak orang lain, terutama kepada hal atau sesuatu yang selaras dan mendukung niatan kita tadi. Dan kepikiran, niatan, omongan, bayangan sekilas, dsb, bagi otak kita sudah merupakan deklarasi.. jadi hati-hatilah berpikir..
So, karena otak tidak mengenal kata JANGAN dan bentuk negasi lainnya, maka sesuai dengan saran di film the Secret;
GERAKAN SERIBU POHON lebih baik dari pada STOP PENEBANGAN LIAR
RAIH KEMAKMURAN lebih baik dari pada BERANTAS KEMISKINAN
BEKERJALAH DENGAN JUJUR lebih baik daripada BERANTAS KORUPSI
BEKERJA GIAT lebih baik daripada PANTANG MENYERAH
dst....
Namun demikian, otak kita juga bisa kita bohongi, untuk hal yang tadinya negatif menjadi positif, misalnya
SAYA TIDAK KAYA lebih baik dari pada SAYA MISKIN
SAYA TIDAK PANDAI lebih baik dari pada SAYA BODOH
SAYA BELUM BERHASIL lebih baik daripada SAYA GAGAL
dst...
Intinya selalu berpikir positif...terhadap apapun, bahkan kegagalan sekalipun...
Sebagai contoh, dulu ketika Thomas Alfa Edison menemukan bola lampu listrik setelah percobaannya mengalami kegagalan sebanyak 8999 kali. Percobaannya yang sebanyak 8999 dia katakan bukan gagal, tapi dia merasa beruntung menemukan 8999 cara yang salah dalam membuat bola lampu... (sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0604/24/cakrawala/eureka.htm)
Demikian pembaca, itu adalah rangkuman saya terhadap film the Secret. Rangkuman itu adalah sesion I. Masih ada lagi sesi berikutnya yaitu Dimanakah sih letak Tuhan di film the secret?, Bagaimana caranya kita mencapai tujuan cita-cita kita based on the Secret?, Kenapa kita tetap tidak bisa menguasai the Secret? dan kesimpulan terakhir, Jika semua manusia di planet ini menguasai The Secret, apa dampaknya?
Insya Allah semua akan saya postingkan di blog ini... so keep in touch!
Demikian,semoga bermanfaat.
Salam
Posted by Yoyox Sancoyo at 7/10/2007 03:12:00 PM
Pembaca,
Anda pasti telah tahu film the Secret (http://thesecret.tv/).... Banyak sekali blog dan web yang menceritakan kehebatan film ini. Jangan bayangkan the secret ini film cerita action yang ada cerita tentang sebuah rahasia didalamya, ini adalah pemaparan cerita dari Rhonda Byrne tentang sebuah rahasia besar, yang ternyata selama ini hanya dikuasai oleh orang-orang tertentu, dan orang-orang itu memang besar dan sangat terkenal pada jamannya, bahkan sampai sekarang. The secret deatail silahkan link ke http://thesecret.tv/ untuk mengetahui seperti apakah film itu..
Dan saya pribadi telah nonton ini sekitar 3 kali. Dan ketiga-tiganya saya mendapatkan kesimpulan yang berbeda-beda,tetapi masih saling menyambung. Ketika nonton pertama kali saya hanya menangkap the secret itu apa sih? Rahasianya apa? Dan muncul pertanyaan bagaimana menguak rahasia itu? Hal itu terjawab di nonton kedua saya. Tapi pada waktu nonton kedua ini muncul lagi pertanyaa, Tuhan dimana? Kok dalam film tidak ada penyebutan Tuhan? Kenapa hanya universe yang hanya disebut? Hal ini terjawab di nonton ketiga...
So, jadi bisa dikatakan, setiap kali nonotn, pasti ada hal baru yang bisa saya bungkus dan aku bawa pulang,, selalu ada hal baru....
So, kesimpulan Film The Secret menurut saya adalah, (kesimpulan ketika pertama kalinya nonton film the secret):
Ada satu rahasia besar di dunia ini, yaitu Hukum Ketertarikan atau Hukum Keterpikatan, atau kalo cara jawa ya Semar Mesem, yaitu sebuah hukum alam yang mengatakan bahwa pada dasarnya semua hal di dunia ini saling terkoneksi dengan menggunakan hukum ini. Dan untuk terkoneksi dengan ini kita hanya menggunakan. Hanya menggunakan otak. Pikirkan, obrolkan dan katakan apa yang anda inginkan pada semua orang secara terus menerus dan konsisiten, maka PASTI akan terwujud. Siapapun dan dimanapun anda berada sekarang. Apa yag anda pikirkan, itu yang akan jadi kenyataan, dalam waktu yang singkat ataupun lama, pasti akan terwujud. Jadi menurut saya, sudah saatnya kita hati-hati untuk berpikir. Berpikirlah yang positif-positif saja. Dan cuekin saja manakala ada sesuatu hal yang mendorong kita untuk berpikir negatif. Selalu berpikir Positif... Misalnya gini, kita suatu hari harus berkunjung ke rumah sakit karena teman kita kecelakaan misalnya. Teman kita masih bisa bicara, tapi dia mengalami patah tulang yang cukup parah. Kebiasaan kita adalah bertanya,"Bagaimana kejadiannya sih? Kok bisa kecelakaan parah gitu?" Dan biasanya teman kita akan menceritakan secara runtut, dan ketika mendengar, otak kita tanpa sadar akan mencetak gambar di kepala berdasarkan ceRita teman kita tadi. Nah ini yang berbahaya, suatu saat nanti kita PASTI akan mengalami seperti cerita teman kita tadi.. Dan lagian pertanyaan kita 'Bagaimana kejadiannya sih' itu nggak ada gunanya sama sekali. Buat apa kita bertanya seperti itu? Buat apa bertanya prosesnya kalo hasilnya sudah kelihatan? Kecuali kita mau mencontohnya nggak apa-apa. Lain hal untuk sesuatu yang positif, memang kita HARUS tahu prosesnya. Tapi untuk yang negatif tidak usah tahu. Percuma, tidak ada gunanya.
Otak kita tidak bisa membayangkan negasi, atau kebalikan atau invers. Atau dengan kata lain tidak mengenal kata "JANGAN, TIDAK, DILARANG," dan bentuk kata negasi lainnya. Karena jika kita bilang JANGAN MEMBAYANGKAN GAJAH, maka otak kita akan membayangkan gajah. Akan berusaha untuk mewujudkan Gajah. Dan lebih hebatnya lagi, seperti yang pernah disampaikan pak Ustadz Huzaifah pada waktu pengajian TDA Qolbu Salim di Bekasi di rumah pak Hadi, otak kita bekerja seperti Rudal yang sedang mengejar Sasaran, dan belum berhenti mengejar sebelum sasarannya meledak. Jadi jika kita sudah mendeklarasikan niat kita, maka otak pasti akan menyebarkan niat kita ke seluruh penjuru alam semesta dan "membuat janji untuk bertemu" dengan hal atau sesuatu atau otak orang lain, terutama kepada hal atau sesuatu yang selaras dan mendukung niatan kita tadi. Dan kepikiran, niatan, omongan, bayangan sekilas, dsb, bagi otak kita sudah merupakan deklarasi.. jadi hati-hatilah berpikir..
So, karena otak tidak mengenal kata JANGAN dan bentuk negasi lainnya, maka sesuai dengan saran di film the Secret;
GERAKAN SERIBU POHON lebih baik dari pada STOP PENEBANGAN LIAR
RAIH KEMAKMURAN lebih baik dari pada BERANTAS KEMISKINAN
BEKERJALAH DENGAN JUJUR lebih baik daripada BERANTAS KORUPSI
BEKERJA GIAT lebih baik daripada PANTANG MENYERAH
dst....
Namun demikian, otak kita juga bisa kita bohongi, untuk hal yang tadinya negatif menjadi positif, misalnya
SAYA TIDAK KAYA lebih baik dari pada SAYA MISKIN
SAYA TIDAK PANDAI lebih baik dari pada SAYA BODOH
SAYA BELUM BERHASIL lebih baik daripada SAYA GAGAL
dst...
Intinya selalu berpikir positif...terhadap apapun, bahkan kegagalan sekalipun...
Sebagai contoh, dulu ketika Thomas Alfa Edison menemukan bola lampu listrik setelah percobaannya mengalami kegagalan sebanyak 8999 kali. Percobaannya yang sebanyak 8999 dia katakan bukan gagal, tapi dia merasa beruntung menemukan 8999 cara yang salah dalam membuat bola lampu... (sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0604/24/cakrawala/eureka.htm)
Demikian pembaca, itu adalah rangkuman saya terhadap film the Secret. Rangkuman itu adalah sesion I. Masih ada lagi sesi berikutnya yaitu Dimanakah sih letak Tuhan di film the secret?, Bagaimana caranya kita mencapai tujuan cita-cita kita based on the Secret?, Kenapa kita tetap tidak bisa menguasai the Secret? dan kesimpulan terakhir, Jika semua manusia di planet ini menguasai The Secret, apa dampaknya?
Insya Allah semua akan saya postingkan di blog ini... so keep in touch!
Demikian,semoga bermanfaat.
Salam
Omzet / Profit Besar, tapi mana uangnya?
Omzet / Profit Besar, tapi mana uangnya?
Posted by Yoyox Sancoyo at 7/05/2007 07:21:00 AM
Pembaca,
Jika anda pedagang, pasti tahu arah judul di atas... Memang penyakit para pedagang apalagi yang kayak saya yang baru belajar, adalah selalu membukukan omzet sekian juta, dan profitnya sekian juta, tapi saya nggak pernah lihat uangnya...
Hal itu juga dialami oleh kakak ipar saya, sang pengusaha kayu (saw timber) yang sudah sekitar 15 tahun lebih di dunia bisnis. Setiap harinya rata-rata net profitnya sekitar 2 s/d 2.5 juta. Dan ini jelas kelihatan "aliran uangnya". Ini real. Namun sama saja, dia juga kena sindrom pedagang, mana uangnya?
Dan kalo sudah gitu kita jadi ragu, benar nggak sih omzet bulan lalu sekian juta? Atau bener nggak sih profitnya sekian juta? Atau salah hitung? Kalo bener, merembes kemana yah? Nah ini dia, kita nggak merisaukan "kok saya nggak megang uangnya" dst, tapi yang kita risaukan adalah, kemana uangnya? Ke Barang, ke Aset (atau bahkan liabilitas) atau Hilang?
So, dari hasil renungan dan mikar mikir dengan kemampuanku yang sangat terbatas ini akhirnya saya menemukan beberapa cara untuk mentrack down (wuih bosone rek..) hal ini...
Jumlah Stok Barang Saat ini
Langkah awal kita harus tahu berapa stok barang yang kita punya saat ini dalam nilai rupiah. Ini sangat penting. Sangat bagus apabila seorang pedagang setiap hari mengetahui jumlah stok barang yang dia punyai. Namun jarang yang seperti itu. So untuk itu dalam 2 hari ini kita harus melakukan stok opname. Hitung semua barang yang ada di kita. Hasil perhitungan kita, nyatakan dalam Harga Pembelian (HPP). Sebagai contoh misalnya hasil stok opname kita terhitung inventori kita sebanyak 60 juta.
Hitung Hutang dan Piutang kita saat ini
Kumpulkan semua tagihan kepada suplier dan kumpulkan juga nota bon dari pelanggan kita. Hitung masing masing. Misalnya ketemu angka Hutang kita total 10 juta, dan piutang kita 5 juta.
So,dari contoh perhitungan di atas , ketemu bahwa harta bergerak kita (inventori barang) adalah 60 juta +10 juta - 5 juta = 65 juta. Nah angka ini yang kita pegang sebagai patokan. Sebuah perdagangan yang ideal adalah manakala stok inventori kita tetap, dan kita sudah dapat hidup dengan hasilnya. Jadi usahakan jangan menambah stok lagi. Yang kita lakukan adalah menjaga agar stok selalu 65 juta. Tapi ini agak susah, karena kadang kita berambisi untuk selalu "menambah dagangan" dengan harapan toko kita akan menjadi one stop store dan omzet diharapkan akan selalu naik. Padahal, penambahan dagangan TIDAK berbanding lurus dengan omzet.
Mencatat penjualan berikut HPPnya setiap hari.
Buat buku penjualan, yang disampingnya juga dituliskan harga belinya (HPP). Hal ini untuk mengetahui berapa sih omzet dan profit kita. Dan yang terpenting pisahkanlah uang HPP dan profit langsung setiap hari. Profit masuk ke rekening pribadi kita dan HPP masuk ke rekening toko. Dan jangan sekali-kali menggunakan uang HPP itu, kecuali untuk belanja lagi. Uang profit digunakan untuk keperluan gaji karyawan, bayar tagihan, transport, dan keperluan hidup kita. Dengan hal ini akan sangat kelihatan, walaupun omzet kita besar, kita akan tahu bahwa ternyata uang aman kita (profit) hanya "sekian"... Misalnya omzet Bulan Juni lalu sebesar 40 juta, dan HPP sebesar 30 juta. Maka profit kita adalah 10 juta.
Nah dari ketiga hal diatas dapat kita buat hitung-hitungan secara sederhana. Stok awal kita sebesar 65 juta. Karena HPP bulan Juni berkurang 30 juta maka stok kita pasti berkurang. So, 30 juta ini HARUS buat belanja lagi agar stok kita kembali ke 65 juta. Jika dari profit akan kita tambahkan lagi untuk menambah stok barang, maka hal ini harus benar-benar dilakukan dengan penuh perhitungan. Karena nanti pasti ada "dead stock" di inventory kita.
Sekarang kita tahu berapa uang kita secara real dari profit. Jadi "mana uangnya" tidak akan kita tanyakan lagi....
Terakhir, biar kita bisa mengetahui bagaiaman perjalanan bisnis kita, saya ada beberapa langkah yang biasa saya lakukan.
1. Lakukan stok opname secara berkala. Saya melakukan stok opname ini 2 kali 1 bulan. Yaitu tanggal 15 dan tanggal 30. Awal melakukan ini memang berat, bisa seharian. Namun apabila sudah berjalan rutin, hal ini akan ringan. Hal ini untuk mengetahui jumlah harta kita. BAndingkan dengan hasil stok opname bulan yang lalu.
2. Membuat cheklist barang. Hitung semua barang yang ada di rak, quantity nya saja. Lakukan ini setiap hari, pagi dan sore ketika mo tutup. Apabila ada quantiy barang yang berkurang, cocokan dengan nota penjualan, jika klop, ya udah. Jika barang berkurang tapi tidak ada di nota, berarti hilang.
3. Rekap seluruh pembelanjaan dan penjualan barang kita, mulai dari toko kita berdiri sampai sekarang dalam buku yang berbeda. Misalnya Total seluruh belanja yang telah kita lakukan adalah sebesar 400 juta. Dan total penjualan (omzet) kita dari toko berdiri adalah 300 juta. Dari omzet ini hitung HPPnya, misal ketemu angka 250 juta. Maka stok barang di kita harusnya ada sekitar 150 juta, dari hasil stok opname. Jika hasil stok opname kurang dari itu maka mungkin ada di piutang, ada di uang cash, atau bahkan tanpa sadar kita telah menggunakannya untuk keperluan sehari-hari kita. Ini yang perlu kita waspadai.
Demikian Pembaca, sekali ini lagi ini hasil lapangan, tanpa basic acconting sama sekali. Semoga bermanfaat...
salam,
Posted by Yoyox Sancoyo at 7/05/2007 07:21:00 AM
Pembaca,
Jika anda pedagang, pasti tahu arah judul di atas... Memang penyakit para pedagang apalagi yang kayak saya yang baru belajar, adalah selalu membukukan omzet sekian juta, dan profitnya sekian juta, tapi saya nggak pernah lihat uangnya...
Hal itu juga dialami oleh kakak ipar saya, sang pengusaha kayu (saw timber) yang sudah sekitar 15 tahun lebih di dunia bisnis. Setiap harinya rata-rata net profitnya sekitar 2 s/d 2.5 juta. Dan ini jelas kelihatan "aliran uangnya". Ini real. Namun sama saja, dia juga kena sindrom pedagang, mana uangnya?
Dan kalo sudah gitu kita jadi ragu, benar nggak sih omzet bulan lalu sekian juta? Atau bener nggak sih profitnya sekian juta? Atau salah hitung? Kalo bener, merembes kemana yah? Nah ini dia, kita nggak merisaukan "kok saya nggak megang uangnya" dst, tapi yang kita risaukan adalah, kemana uangnya? Ke Barang, ke Aset (atau bahkan liabilitas) atau Hilang?
So, dari hasil renungan dan mikar mikir dengan kemampuanku yang sangat terbatas ini akhirnya saya menemukan beberapa cara untuk mentrack down (wuih bosone rek..) hal ini...
Jumlah Stok Barang Saat ini
Langkah awal kita harus tahu berapa stok barang yang kita punya saat ini dalam nilai rupiah. Ini sangat penting. Sangat bagus apabila seorang pedagang setiap hari mengetahui jumlah stok barang yang dia punyai. Namun jarang yang seperti itu. So untuk itu dalam 2 hari ini kita harus melakukan stok opname. Hitung semua barang yang ada di kita. Hasil perhitungan kita, nyatakan dalam Harga Pembelian (HPP). Sebagai contoh misalnya hasil stok opname kita terhitung inventori kita sebanyak 60 juta.
Hitung Hutang dan Piutang kita saat ini
Kumpulkan semua tagihan kepada suplier dan kumpulkan juga nota bon dari pelanggan kita. Hitung masing masing. Misalnya ketemu angka Hutang kita total 10 juta, dan piutang kita 5 juta.
So,dari contoh perhitungan di atas , ketemu bahwa harta bergerak kita (inventori barang) adalah 60 juta +10 juta - 5 juta = 65 juta. Nah angka ini yang kita pegang sebagai patokan. Sebuah perdagangan yang ideal adalah manakala stok inventori kita tetap, dan kita sudah dapat hidup dengan hasilnya. Jadi usahakan jangan menambah stok lagi. Yang kita lakukan adalah menjaga agar stok selalu 65 juta. Tapi ini agak susah, karena kadang kita berambisi untuk selalu "menambah dagangan" dengan harapan toko kita akan menjadi one stop store dan omzet diharapkan akan selalu naik. Padahal, penambahan dagangan TIDAK berbanding lurus dengan omzet.
Mencatat penjualan berikut HPPnya setiap hari.
Buat buku penjualan, yang disampingnya juga dituliskan harga belinya (HPP). Hal ini untuk mengetahui berapa sih omzet dan profit kita. Dan yang terpenting pisahkanlah uang HPP dan profit langsung setiap hari. Profit masuk ke rekening pribadi kita dan HPP masuk ke rekening toko. Dan jangan sekali-kali menggunakan uang HPP itu, kecuali untuk belanja lagi. Uang profit digunakan untuk keperluan gaji karyawan, bayar tagihan, transport, dan keperluan hidup kita. Dengan hal ini akan sangat kelihatan, walaupun omzet kita besar, kita akan tahu bahwa ternyata uang aman kita (profit) hanya "sekian"... Misalnya omzet Bulan Juni lalu sebesar 40 juta, dan HPP sebesar 30 juta. Maka profit kita adalah 10 juta.
Nah dari ketiga hal diatas dapat kita buat hitung-hitungan secara sederhana. Stok awal kita sebesar 65 juta. Karena HPP bulan Juni berkurang 30 juta maka stok kita pasti berkurang. So, 30 juta ini HARUS buat belanja lagi agar stok kita kembali ke 65 juta. Jika dari profit akan kita tambahkan lagi untuk menambah stok barang, maka hal ini harus benar-benar dilakukan dengan penuh perhitungan. Karena nanti pasti ada "dead stock" di inventory kita.
Sekarang kita tahu berapa uang kita secara real dari profit. Jadi "mana uangnya" tidak akan kita tanyakan lagi....
Terakhir, biar kita bisa mengetahui bagaiaman perjalanan bisnis kita, saya ada beberapa langkah yang biasa saya lakukan.
1. Lakukan stok opname secara berkala. Saya melakukan stok opname ini 2 kali 1 bulan. Yaitu tanggal 15 dan tanggal 30. Awal melakukan ini memang berat, bisa seharian. Namun apabila sudah berjalan rutin, hal ini akan ringan. Hal ini untuk mengetahui jumlah harta kita. BAndingkan dengan hasil stok opname bulan yang lalu.
2. Membuat cheklist barang. Hitung semua barang yang ada di rak, quantity nya saja. Lakukan ini setiap hari, pagi dan sore ketika mo tutup. Apabila ada quantiy barang yang berkurang, cocokan dengan nota penjualan, jika klop, ya udah. Jika barang berkurang tapi tidak ada di nota, berarti hilang.
3. Rekap seluruh pembelanjaan dan penjualan barang kita, mulai dari toko kita berdiri sampai sekarang dalam buku yang berbeda. Misalnya Total seluruh belanja yang telah kita lakukan adalah sebesar 400 juta. Dan total penjualan (omzet) kita dari toko berdiri adalah 300 juta. Dari omzet ini hitung HPPnya, misal ketemu angka 250 juta. Maka stok barang di kita harusnya ada sekitar 150 juta, dari hasil stok opname. Jika hasil stok opname kurang dari itu maka mungkin ada di piutang, ada di uang cash, atau bahkan tanpa sadar kita telah menggunakannya untuk keperluan sehari-hari kita. Ini yang perlu kita waspadai.
Demikian Pembaca, sekali ini lagi ini hasil lapangan, tanpa basic acconting sama sekali. Semoga bermanfaat...
salam,
Senin, 13 Februari 2012
Bid'ah yang Hukumnya Mubah atau Wajib, Adakah?
Bid'ah yang Hukumnya Mubah atau Wajib, Adakah?
Telah terjadi sesuatu kesalahapahaman kecil di salah satu milis yang aku ikuti, yang pemicunya kalo saya tidak salah baca adalah Bid'ah... yang membuat beberapa orang penting di milis tersebut hengkang baik di kick ma moderator atau ada yang keluar sendiri sebagai bentuk dari solidaritas maupun penyampaian ketidakpuasan....
Dan dari googling nemu penjelasan tentang bid'ah yang memuaskan....
diambil dari http://www.eramuslim.com/ustadz/aqd/8627070701-bid039ah-hukumnya-mubah-atau-wajib-adakah.htm
MOnggo silahkan di baca, baru bicara tentang bid'ah...
Assalamu 'alaikum wr. wb.
Saya pernah mendengar ada orang bahwa ada bid'ah yang hukumnya tidak sesat, malah boleh atau bahkan hukumnya wajib. Saya jadi bingung, bukankah Nabi Muhammad SAW sendiri yang mengatakan bahwa semua bid'ah itu sesat?
Mohon pencerahannya ustadz tentang hal ini biar kami tidak bingung. Kalau memang ada yang bilang bahwa bid'ah itu ada yang tidak sesat atau malah wajib, siapa yang menyebutkan hal itu?
Wassalam
Selamat
selam3t@yahoo.com
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Permasalahan hukum bid'ah, apakah semuanya sesat atau ada juga bid'ah yang tidak sesat (bid'ah hasanah), memang seringkali menjadi titik perbedaan pendapat di kalangan ulama. Walau pun pada akhirnya kalau kita perhatikan, ternyata ujung-ujungnya semua mengacu kepada kesimpulan yang sama.
Kadang terjadi suatu kalangan memandang sebuah praktek ibadah itu sebagai bukan bid'ah, sehingga hukumnya boleh dilakukan. Sementara ada kelompok lain yang mengatakan bahwa praktek ibadah itu termasuk bid'ah, namun dari jenis bid'ah yang hasanah, sehingga kesimpulannya tetap boleh.
Mereka cuma berbeda dalam penyebutan istilahnya saja. Tetapi dalam kesimpulan hukumnya, sama-sama membolehkan.
Dua Pendapat Tentang Bid'ah
Kalau kita teliti lebih dalam, para ulama memang berbeda pendapat tentang definisi dan pengelompokan kategori bid'ah. Setidaknya kita mendapat dua pendapat yang berbeda dalam hal ini.
1. Pendapat Pertama
Di sisi yang lain, ada sebagian ulama yang mengatakan sebaliknya. Mereka mengatakan bahwa bid'ah itu adalah segala praktek baik termasuk dalam ibadah ritual atau pun dalam masalah muamalah, yang tidak pernah terjadi di masa Rasulullah SAW.
Meski namanya bid'ah, namun dari segi hukum, hukumnya tetap terbagi menjadi lima perkara sebagaimana hukum dalam fiqih. Ada bid'ah yang hukumnya haram, tapi juga ada bid'ah yang hukumnya wajib. Dan ada juga yang hukumnya mubah, makruh dan sunnah.
Dalil Pendukung
Pendapat ini didukung dengan dalil sabda Rasululah SAW bahwa lawan dari bid'ah itu sunnah, namun sunnah itu tidak selamanya baik. Ternyata ada juga sunnah yang tidak baik.
Sehingga demikian juga hal yang terjadi dengan isitlah bid'ah. Ada bid'ah yang tidak benar tapi di sisi lain ada juga bid'ah yang baik atau sering disebut dengan istilah hasanah.
Al-Mundzir bin Jarir menceritakan dari ayahnya Jarir bin Abdillah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ. ومَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ
“Siapa yang melakukan satu sunnah hasanah dalam Islam, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang yang mengamalkan sunnah tersebut setelahnya tanpa mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. Dan siapa yang melakukan satu sunnah sayyi'ah dalam Islam, maka ia mendapatkan dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkan sunnah tersebut setelahnya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun.” (HR Muslim)
Di zaman khalifah Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu, beliau pernah menyebut shalat tarawih di masjid berjamaah dengan satu imam sebagai puncak nikmatnya bid'ah. Bayangkan, bukan sekedar boleh tapi malah menikmatinya. Silahkan periksa kitab Shahih Al-Bukhari dan kitab Syarahnya, Fathul Bari jilid 4 halaman 250.
Jelas sekali hukumnya bukan haram atau terlarang, bahkan sangat dianjurkan untuk dikerjakan sehingga merupakan kenikmatan. Dan yang menyebut demikian adalah orang yang sudah dipastikan masuk surga. Karena Umar memang termasuk 10 orang yang dipastikan masuk surga.
Selain itu Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu pernah menyebut shalat Dhuha' secara berjamaah yang hukumnya sunnah itu sebagai bid'ah. Jadi hukumnya bukan terlarang, malahan hukumnya sunnah. Hanya saja beliau mengistilahkan dengan istilah bid'ah, karena mengacu kepada kenyataan bahwa sebelumnya hal itu belum pernah dilakukan.
Tentang landasan hadits bahwa Ibnu Umar mengatakan hal ini tentu saja merupakan dalil yang shahih, karena haditsnya diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari. Silahkan rujuk kitab Fathul Bari jilid 3 halaman 599
Pendukung Pendapat Ini
Maka selain Umar bin Al-Khattab dan puteranya, Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, para ulama yang mengatakan demikian cukup banyak dan mewakili 4 mazhab yang kita kenal.
Dari kalangan mazhab Abu Hanifah, ada Ibnu 'Abidin. Dari kalangan mazhab Malik ada Al-Qarafi dan Az-Zarqani.
Sedangkan dari kalangan mazhab Asy-Syafi'i ada Al-Imam Asy-Syafi'i sendiri, juga ada Al-'izz ibnu Abdissalam, Al-Imam An-Nawawi, Abu Syamah.
Sementara dari kalangan mazhab Hanabilah ada Ibnu Al-Jauzi. Bahkan pendapat ini juga didukung dari kalangan mazhab Dzhahiri, yaitu Ibnu Hazm.
Jadi boleh dibilang pendapat ini bukan asal pendapat, dan bukan asal bicara. Pendapat ini dilandasi oleh begitu banyak pertimbangan, logika, nalar dan juga referensi yang akurat. Dan dimotori oleh salah satu dari Khulafa Ar-Rasyidin, Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu.
Di antara contoh bid'ah dengan kelima hukumnya, adalah:
1.1. Bid'ah Yang Hukumnya Wajib
Seperti belajar bahasa Arab dengan ilmu Nahwu dan ilmu Sharf. Jelas sekali kalau pakai definisi yang mereka buat, mempelajari keduanya tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para shahabatnya. Bahkan tidak ada seorang pun yang mempelajari kedua cabang ilmu bahasa Arab itu di masa kenabian.
Umat manusia baru berdondng-bondong belajar ilmu Nahwu dan ilmu Sharf sepeninggal Rasulullah SAW beberapa tahun kemudian, ketika bendera Islam merambah ke luar dari Jazirah Arabia.
Secara kriteria, fenomena ini termasuk perkara yang tidak pernah dilakukan di zaman Nabi Muhammad SAW. Seharusnya dan sepantasnya perbuatan ini dimasukkan ke dalam kategori bid'ah.
Tetapi jelas sekali bahwa seseorang tidak mungkin mengerti perintah Allah dalam Al-Quran dan As-Sunnah kecuali dengan mempelajari ilmu Nahwu dan Sharf hingga tingkat mahir. Padahal mengerti perintah Allah dan Rasul-Nya hukumnya wajib.
Maka hukum mempelajari ilmu Nahwu dan Sharf hukumnya juga wajib, walau pun termasuk kategori bid'ah, karena di zaman nabi belum ada.
1. 2. Bid'ah Yang Hukumnya Sunnah
Misalnya mendirikan sekolah dengan sistem pendidikan modern, ada kurikulum, kelas, ujian, nilai raport, ijazah dan seterusnya. Di zaman Rasulullah SAW jelas tidak ada sistem seperti ini. Kalau mau jujur, maka mendirikan dan menjalankan sebuah sekolah termasuk kategori bid'ah.
Tetapi semua orang di dunia ini sepakat bahwa sekolah itu penting buat mempersiapkan generasi kita di masa depan. Maka para ulama mengatakan bahwa mendirikan sekolah termasuk hal yang disunnahkan, meski termasuk bid'ah.
1.3. Bidah Yang Hukumnya Mubah
Seperti bersalaman setelah shalat fardhu dengan sesama jamaah shalat. Juga termasuk berpakaian yang bagus dan memakan makanan yang lezat dan enak. Para ulama menghukuminya sebagai mubah, walau termasuk kategori bid'ah.
1. 4. Bid'ah Yang Hukumnya Makruh
Seperti menghias masjid dengan hiasan mahal terbuat dari emas, perak atau benda berharga lainnya. Bahkan sebagian ulama seperti Dr. Said Ramadhan Al-Buthi termasuk ikut mengharamkan penghiasan masjid secara berlebihan.
Sebab hal ini tidak kita dapati di zaman Rasulullah SAW, yaitu di mana orang berlomba untuk menghias masjid sedemikian rupa dengan mengeluarkan dana yang amat mahal.
Di masa beliau SAW dan juga masa keemasan Islam, keberhasilan suatu masjid diukur dari seberapa banyak ulama yang bisa dilahirkan dari suatu masjid.
Masjid Nabawi di Madinah adalah contoh di mana masjid melahirkan para pahlawan, ulama dan duat yang tersebar ke seantero dunia. Ada pun dari segi fisik, bangunannya sangat sederhana. Tanpa menara menjulang dan tanpa karpet tebal. Boleh dibilang sangat sederhana bahkan ada bagian yang tidak ada alasnya untuk sekedar shalat.
1.5. Bid'ah Yang Hukumnya Haram
Seperti mengembangkan akidah yang menyimpang dari apa yang telah diajarkan Rasulullah SAW. Akidah menyimpang itu diantarnya akidah Jabariyah, Qadariyah, Mu'tazilah dan seterusnya.
Sebab Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan perdebatan-perdebatan ala ahli kalam, tidak juga dilakukan oleh para shahabat Rasulullah SAW. Perdebatan theologis itu terjadi karena pengarus masuknya buku-buku para filosuf dari Yunani dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab di abad pertengahan.
Sehingga sejak itu mulailah di dunia Islam beberapa perdebatan theologis yang pada girilannya mampu sedikit membelokkan arah pandangan aqidah sebagian umat Islam.
Penyimpangan akidah inilah yang nampaknya telah diantisipasi oleh Rasulullah SAW sejak abad ke-7 masehi dengan statemen beliau bahwa bid'ah itu sesat dan sesat itu di neraka.
2. Pendapat Kedua
Pendapat kedua mengatakan bahwa istilah bid'ah itu hanya satu saja, dan termasuk perbuatan sesat.
Tidak ada istilah bid'ah tapi baik atau boleh. Sekali suatu perbuatan dikategorikan sebagai bid'ah, maka otoatis hukumya haram, karena bid'ah dalam pandangan mereka adalah sesuatu yang haram dikerjakan secara mutlak.
Pendukung Pendapat Ini
Yang mendukung pendapat ini cukup lengkap juga mewakili 4 mazhab:
Dari kalangan Mazhab Hanafi adalah Al-Imam Asymni dan Al-'Aini. Dari kalangan mazhab Maliki ada Al-Imam Malik sendiri, juga ada Al-Imam Asy-Syathibi dan At-Turtusy.
Dari kalangan mazhab Asy-Syafi'i ada Al-Imam Al-Baihaqi, Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani serta Ibnu Hajar Al-Haitsami.
Sedangkan dari kalangan mazhab Hanbali ada Ibnu Rajab Al-Hanbali dan Ibnu Taimiyah.
Dalil Pendukung
Landasan pendapat ini mengacu kepada Rasulullah SAW yang pernah berkata bahwa semua bid'ah itu sesat. Hal itu bisa kita dapat dalam salah satu sabda beliau yang diriwayatkan oleh Al-'Irbadh bin Sariyah:
Awas kalian dari perkara-perkara yang diada-adakan, karena sesuatu yang diada-adakan itu bid'ah dan semua bid'ah itu sesat, dan semua sesat itu di neraka. (HR Abu Daud dan Al-Hakim)
Namun ketika kalangan ini memasukkan hal-hal apa saja yang termasuk bid'ah, mereka pun tidak terlalu terburu-buru, juga tidak gegabah. Tidak semua hal mereka tudingkan sebagai bid'ah. Karena istilah bid'ah dalam pandangan mereka cukup dahsyat.
Ibarat senjata, mereka tidak boros peluru. Tidak mudah main lepas tembakan ke sembarang arah, karena peluru mereka ini sangat mematikan. Tidaklah seseorang dituduh sebagai ahli bid'ah, hanya lantaran praktek ibadah orang itu tidak sesuai dengan pendapat guru atau panutannya.
Tentu kelompok ulama yang kedua ini tidak seperti kalangan anak muda di zaman sekarang yang dengan ilmu terbatas, rujukan terbatas, serta wawasan yang ngepas, tiba-tiba ibarat tentara stres menembakkan peluru membabi buta ke segala arah.
Semua orang dicaci maki sebagai ahli bid'ah, tidak satu pun yang tidak kena vonis bid'ahnya yang mematikan itu. Bahkan caci maki itu diteruskan dengan tindakan tidak terpuji lainnya, misalnya menyebarkan 'aib dan semua kekurangan orang itu. Bahkan sampai urusan mencela secara fisik, sesuatu yang hanya terjadi di panggung lenong betawi saja.
Padahal terkadang sebenarnya masalah itu masih punya ruang untuk berbeda pendapat. Sementara para ulama masih belum sampai kata sepakat untuk membid'ahkannya, ternyata sekelompok anak muda 'aneh' yang tidak bisa bahasa arab ini sudah melaju duluan dan menyebar vonis bid'ah ke semua orang.
Sayang sekali memang, karena ternyata senjatanya cuma terjemahan dari fatwa si fulan dan fulan, itu pun cuma hasil copy paste dari situs internet. Tapi lagaknya sudah kayak mufti betulan. Sayang sekali memang, kalau ada anak muda penuh semangat tapi ilmu terbatas.
Semoga mereka bisa kembali ke jalan yang terang, biar tidak nabrak apa pun yang ada di depannya. Maklum anak muda, semangat dan nafsu boleh besar tapi sayang sekali ilmunya kurang. Kitab yang dibaca cuma itu-itu saja sih, tidak ada kitab lainnya.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
Telah terjadi sesuatu kesalahapahaman kecil di salah satu milis yang aku ikuti, yang pemicunya kalo saya tidak salah baca adalah Bid'ah... yang membuat beberapa orang penting di milis tersebut hengkang baik di kick ma moderator atau ada yang keluar sendiri sebagai bentuk dari solidaritas maupun penyampaian ketidakpuasan....
Dan dari googling nemu penjelasan tentang bid'ah yang memuaskan....
diambil dari http://www.eramuslim.com/ustadz/aqd/8627070701-bid039ah-hukumnya-mubah-atau-wajib-adakah.htm
MOnggo silahkan di baca, baru bicara tentang bid'ah...
Assalamu 'alaikum wr. wb.
Saya pernah mendengar ada orang bahwa ada bid'ah yang hukumnya tidak sesat, malah boleh atau bahkan hukumnya wajib. Saya jadi bingung, bukankah Nabi Muhammad SAW sendiri yang mengatakan bahwa semua bid'ah itu sesat?
Mohon pencerahannya ustadz tentang hal ini biar kami tidak bingung. Kalau memang ada yang bilang bahwa bid'ah itu ada yang tidak sesat atau malah wajib, siapa yang menyebutkan hal itu?
Wassalam
Selamat
selam3t@yahoo.com
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Permasalahan hukum bid'ah, apakah semuanya sesat atau ada juga bid'ah yang tidak sesat (bid'ah hasanah), memang seringkali menjadi titik perbedaan pendapat di kalangan ulama. Walau pun pada akhirnya kalau kita perhatikan, ternyata ujung-ujungnya semua mengacu kepada kesimpulan yang sama.
Kadang terjadi suatu kalangan memandang sebuah praktek ibadah itu sebagai bukan bid'ah, sehingga hukumnya boleh dilakukan. Sementara ada kelompok lain yang mengatakan bahwa praktek ibadah itu termasuk bid'ah, namun dari jenis bid'ah yang hasanah, sehingga kesimpulannya tetap boleh.
Mereka cuma berbeda dalam penyebutan istilahnya saja. Tetapi dalam kesimpulan hukumnya, sama-sama membolehkan.
Dua Pendapat Tentang Bid'ah
Kalau kita teliti lebih dalam, para ulama memang berbeda pendapat tentang definisi dan pengelompokan kategori bid'ah. Setidaknya kita mendapat dua pendapat yang berbeda dalam hal ini.
1. Pendapat Pertama
Di sisi yang lain, ada sebagian ulama yang mengatakan sebaliknya. Mereka mengatakan bahwa bid'ah itu adalah segala praktek baik termasuk dalam ibadah ritual atau pun dalam masalah muamalah, yang tidak pernah terjadi di masa Rasulullah SAW.
Meski namanya bid'ah, namun dari segi hukum, hukumnya tetap terbagi menjadi lima perkara sebagaimana hukum dalam fiqih. Ada bid'ah yang hukumnya haram, tapi juga ada bid'ah yang hukumnya wajib. Dan ada juga yang hukumnya mubah, makruh dan sunnah.
Dalil Pendukung
Pendapat ini didukung dengan dalil sabda Rasululah SAW bahwa lawan dari bid'ah itu sunnah, namun sunnah itu tidak selamanya baik. Ternyata ada juga sunnah yang tidak baik.
Sehingga demikian juga hal yang terjadi dengan isitlah bid'ah. Ada bid'ah yang tidak benar tapi di sisi lain ada juga bid'ah yang baik atau sering disebut dengan istilah hasanah.
Al-Mundzir bin Jarir menceritakan dari ayahnya Jarir bin Abdillah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ. ومَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ
“Siapa yang melakukan satu sunnah hasanah dalam Islam, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang yang mengamalkan sunnah tersebut setelahnya tanpa mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. Dan siapa yang melakukan satu sunnah sayyi'ah dalam Islam, maka ia mendapatkan dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkan sunnah tersebut setelahnya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun.” (HR Muslim)
Di zaman khalifah Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu, beliau pernah menyebut shalat tarawih di masjid berjamaah dengan satu imam sebagai puncak nikmatnya bid'ah. Bayangkan, bukan sekedar boleh tapi malah menikmatinya. Silahkan periksa kitab Shahih Al-Bukhari dan kitab Syarahnya, Fathul Bari jilid 4 halaman 250.
Jelas sekali hukumnya bukan haram atau terlarang, bahkan sangat dianjurkan untuk dikerjakan sehingga merupakan kenikmatan. Dan yang menyebut demikian adalah orang yang sudah dipastikan masuk surga. Karena Umar memang termasuk 10 orang yang dipastikan masuk surga.
Selain itu Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu pernah menyebut shalat Dhuha' secara berjamaah yang hukumnya sunnah itu sebagai bid'ah. Jadi hukumnya bukan terlarang, malahan hukumnya sunnah. Hanya saja beliau mengistilahkan dengan istilah bid'ah, karena mengacu kepada kenyataan bahwa sebelumnya hal itu belum pernah dilakukan.
Tentang landasan hadits bahwa Ibnu Umar mengatakan hal ini tentu saja merupakan dalil yang shahih, karena haditsnya diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari. Silahkan rujuk kitab Fathul Bari jilid 3 halaman 599
Pendukung Pendapat Ini
Maka selain Umar bin Al-Khattab dan puteranya, Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, para ulama yang mengatakan demikian cukup banyak dan mewakili 4 mazhab yang kita kenal.
Dari kalangan mazhab Abu Hanifah, ada Ibnu 'Abidin. Dari kalangan mazhab Malik ada Al-Qarafi dan Az-Zarqani.
Sedangkan dari kalangan mazhab Asy-Syafi'i ada Al-Imam Asy-Syafi'i sendiri, juga ada Al-'izz ibnu Abdissalam, Al-Imam An-Nawawi, Abu Syamah.
Sementara dari kalangan mazhab Hanabilah ada Ibnu Al-Jauzi. Bahkan pendapat ini juga didukung dari kalangan mazhab Dzhahiri, yaitu Ibnu Hazm.
Jadi boleh dibilang pendapat ini bukan asal pendapat, dan bukan asal bicara. Pendapat ini dilandasi oleh begitu banyak pertimbangan, logika, nalar dan juga referensi yang akurat. Dan dimotori oleh salah satu dari Khulafa Ar-Rasyidin, Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu.
Di antara contoh bid'ah dengan kelima hukumnya, adalah:
1.1. Bid'ah Yang Hukumnya Wajib
Seperti belajar bahasa Arab dengan ilmu Nahwu dan ilmu Sharf. Jelas sekali kalau pakai definisi yang mereka buat, mempelajari keduanya tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para shahabatnya. Bahkan tidak ada seorang pun yang mempelajari kedua cabang ilmu bahasa Arab itu di masa kenabian.
Umat manusia baru berdondng-bondong belajar ilmu Nahwu dan ilmu Sharf sepeninggal Rasulullah SAW beberapa tahun kemudian, ketika bendera Islam merambah ke luar dari Jazirah Arabia.
Secara kriteria, fenomena ini termasuk perkara yang tidak pernah dilakukan di zaman Nabi Muhammad SAW. Seharusnya dan sepantasnya perbuatan ini dimasukkan ke dalam kategori bid'ah.
Tetapi jelas sekali bahwa seseorang tidak mungkin mengerti perintah Allah dalam Al-Quran dan As-Sunnah kecuali dengan mempelajari ilmu Nahwu dan Sharf hingga tingkat mahir. Padahal mengerti perintah Allah dan Rasul-Nya hukumnya wajib.
Maka hukum mempelajari ilmu Nahwu dan Sharf hukumnya juga wajib, walau pun termasuk kategori bid'ah, karena di zaman nabi belum ada.
1. 2. Bid'ah Yang Hukumnya Sunnah
Misalnya mendirikan sekolah dengan sistem pendidikan modern, ada kurikulum, kelas, ujian, nilai raport, ijazah dan seterusnya. Di zaman Rasulullah SAW jelas tidak ada sistem seperti ini. Kalau mau jujur, maka mendirikan dan menjalankan sebuah sekolah termasuk kategori bid'ah.
Tetapi semua orang di dunia ini sepakat bahwa sekolah itu penting buat mempersiapkan generasi kita di masa depan. Maka para ulama mengatakan bahwa mendirikan sekolah termasuk hal yang disunnahkan, meski termasuk bid'ah.
1.3. Bidah Yang Hukumnya Mubah
Seperti bersalaman setelah shalat fardhu dengan sesama jamaah shalat. Juga termasuk berpakaian yang bagus dan memakan makanan yang lezat dan enak. Para ulama menghukuminya sebagai mubah, walau termasuk kategori bid'ah.
1. 4. Bid'ah Yang Hukumnya Makruh
Seperti menghias masjid dengan hiasan mahal terbuat dari emas, perak atau benda berharga lainnya. Bahkan sebagian ulama seperti Dr. Said Ramadhan Al-Buthi termasuk ikut mengharamkan penghiasan masjid secara berlebihan.
Sebab hal ini tidak kita dapati di zaman Rasulullah SAW, yaitu di mana orang berlomba untuk menghias masjid sedemikian rupa dengan mengeluarkan dana yang amat mahal.
Di masa beliau SAW dan juga masa keemasan Islam, keberhasilan suatu masjid diukur dari seberapa banyak ulama yang bisa dilahirkan dari suatu masjid.
Masjid Nabawi di Madinah adalah contoh di mana masjid melahirkan para pahlawan, ulama dan duat yang tersebar ke seantero dunia. Ada pun dari segi fisik, bangunannya sangat sederhana. Tanpa menara menjulang dan tanpa karpet tebal. Boleh dibilang sangat sederhana bahkan ada bagian yang tidak ada alasnya untuk sekedar shalat.
1.5. Bid'ah Yang Hukumnya Haram
Seperti mengembangkan akidah yang menyimpang dari apa yang telah diajarkan Rasulullah SAW. Akidah menyimpang itu diantarnya akidah Jabariyah, Qadariyah, Mu'tazilah dan seterusnya.
Sebab Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan perdebatan-perdebatan ala ahli kalam, tidak juga dilakukan oleh para shahabat Rasulullah SAW. Perdebatan theologis itu terjadi karena pengarus masuknya buku-buku para filosuf dari Yunani dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab di abad pertengahan.
Sehingga sejak itu mulailah di dunia Islam beberapa perdebatan theologis yang pada girilannya mampu sedikit membelokkan arah pandangan aqidah sebagian umat Islam.
Penyimpangan akidah inilah yang nampaknya telah diantisipasi oleh Rasulullah SAW sejak abad ke-7 masehi dengan statemen beliau bahwa bid'ah itu sesat dan sesat itu di neraka.
2. Pendapat Kedua
Pendapat kedua mengatakan bahwa istilah bid'ah itu hanya satu saja, dan termasuk perbuatan sesat.
Tidak ada istilah bid'ah tapi baik atau boleh. Sekali suatu perbuatan dikategorikan sebagai bid'ah, maka otoatis hukumya haram, karena bid'ah dalam pandangan mereka adalah sesuatu yang haram dikerjakan secara mutlak.
Pendukung Pendapat Ini
Yang mendukung pendapat ini cukup lengkap juga mewakili 4 mazhab:
Dari kalangan Mazhab Hanafi adalah Al-Imam Asymni dan Al-'Aini. Dari kalangan mazhab Maliki ada Al-Imam Malik sendiri, juga ada Al-Imam Asy-Syathibi dan At-Turtusy.
Dari kalangan mazhab Asy-Syafi'i ada Al-Imam Al-Baihaqi, Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani serta Ibnu Hajar Al-Haitsami.
Sedangkan dari kalangan mazhab Hanbali ada Ibnu Rajab Al-Hanbali dan Ibnu Taimiyah.
Dalil Pendukung
Landasan pendapat ini mengacu kepada Rasulullah SAW yang pernah berkata bahwa semua bid'ah itu sesat. Hal itu bisa kita dapat dalam salah satu sabda beliau yang diriwayatkan oleh Al-'Irbadh bin Sariyah:
Awas kalian dari perkara-perkara yang diada-adakan, karena sesuatu yang diada-adakan itu bid'ah dan semua bid'ah itu sesat, dan semua sesat itu di neraka. (HR Abu Daud dan Al-Hakim)
Namun ketika kalangan ini memasukkan hal-hal apa saja yang termasuk bid'ah, mereka pun tidak terlalu terburu-buru, juga tidak gegabah. Tidak semua hal mereka tudingkan sebagai bid'ah. Karena istilah bid'ah dalam pandangan mereka cukup dahsyat.
Ibarat senjata, mereka tidak boros peluru. Tidak mudah main lepas tembakan ke sembarang arah, karena peluru mereka ini sangat mematikan. Tidaklah seseorang dituduh sebagai ahli bid'ah, hanya lantaran praktek ibadah orang itu tidak sesuai dengan pendapat guru atau panutannya.
Tentu kelompok ulama yang kedua ini tidak seperti kalangan anak muda di zaman sekarang yang dengan ilmu terbatas, rujukan terbatas, serta wawasan yang ngepas, tiba-tiba ibarat tentara stres menembakkan peluru membabi buta ke segala arah.
Semua orang dicaci maki sebagai ahli bid'ah, tidak satu pun yang tidak kena vonis bid'ahnya yang mematikan itu. Bahkan caci maki itu diteruskan dengan tindakan tidak terpuji lainnya, misalnya menyebarkan 'aib dan semua kekurangan orang itu. Bahkan sampai urusan mencela secara fisik, sesuatu yang hanya terjadi di panggung lenong betawi saja.
Padahal terkadang sebenarnya masalah itu masih punya ruang untuk berbeda pendapat. Sementara para ulama masih belum sampai kata sepakat untuk membid'ahkannya, ternyata sekelompok anak muda 'aneh' yang tidak bisa bahasa arab ini sudah melaju duluan dan menyebar vonis bid'ah ke semua orang.
Sayang sekali memang, karena ternyata senjatanya cuma terjemahan dari fatwa si fulan dan fulan, itu pun cuma hasil copy paste dari situs internet. Tapi lagaknya sudah kayak mufti betulan. Sayang sekali memang, kalau ada anak muda penuh semangat tapi ilmu terbatas.
Semoga mereka bisa kembali ke jalan yang terang, biar tidak nabrak apa pun yang ada di depannya. Maklum anak muda, semangat dan nafsu boleh besar tapi sayang sekali ilmunya kurang. Kitab yang dibaca cuma itu-itu saja sih, tidak ada kitab lainnya.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
Kisah Nyata: "Pesankan saya tempat di neraka!!"
Kisah Nyata: "Pesankan saya tempat di neraka!!"
Diambil dari :http://religiusta.multiply.com
ORANG-ORANG Mesir sangat gandrung sama al-Quran. Kemanapun mereka pergi, mereka tidak lupa untuk membawa mushaf. Tidak heran bila hampir semua orang (apapun tugas, karir dan jabatannya) terlihat membaca Quran di sela-sela waktu senggang atau ba'da shalat. Begitu juga pemilik toko, penjaganya, para karyawan, satpam, sopir taksi, bos-bos kantoran, selalu terlihat membaca al-Quran. Kalau tidak dibaca, Al-Quran mereka letakkan dengan rapih di atas mejanya, atau ditenteng dan disimpan dalam tas jika bepergian.
Ayat al-Quran juga sering diperdengarkan dari rumah-rumah sederhana hingga hotel berbintang lima, dari warung-warung kecil hingga shopping center mewah, dari sarana transportasi butut hingga pesawat terbang.
Nyaris di semua tempat selalu ada yang membaca al-Quran. Begitupun di dalam taksi, mikrolet, bus kota, kereta api, tram kota, senantiasa para pemuda, bapak-bapk dan kaum hawa senantiasa khusyu membaca Quran sambil mengusir suara bising obrolan dan deru knalpot.
Secara umum, ayat-ayat al-Quran yang "distel" di dalam kendaraan sangat bempengaruhi "karakteristik" pendengarnya. Normalnya, para penumpang malu untuk berbuat hal-hal yang tidak senonoh.
Kendati begitu, tetap saja ada saja pemandangan yang di luar dugaan. Misalnya, gara-gara ada copet akhirnya copot seluruh isi dompet. Atau ada saja yang berbuat ricuh di dalam bus lantaran rebutan tempat duduk, tak setuju tarif, perempuan disenggol laki-laki nakal, dsb. Sementara pembaca al-Quran tetap anteng dan adem ayem.
Pemandangan lain (yang di luar dugaan) juga terjadi di musim panas tahun 2002, dalam perjalanan menuju Alexandria, kota pantai yang bersejarah itu. Ada seorang gadis yang berpakaian sangat minim, bahkan tipis dan tembus pandang. Semula dia tidak kebagian tempat duduk, akhirnya berdiri, dan "terlihat" oleh semua penumpang (jangan lupa lho, gadis-gadis Mesir kebanyakan montok-montok atawa 'berisi'). Kebetulan Seorang syekh mencoba mengingatkan, tapi tidak digubris. Selengkapnya ditulis oleh kolumnis majalah Almannar (bukan Almannar yang dulu dikelola syekh Muhammad Rasyid Ridho yang kemudian menulis tafsir Almannar itu, melainkan Almannar Aljadid/neo-Almannar) berikut ini:
***
Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi.
Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria; di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian' kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.
Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.
Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!
"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!"
Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.
Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.
Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.
"Bangunkan saja!" kata seorang penumpang.
"Iya, bangunkan saja!" teriak yang lainnya.
Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.
Salah seorang mencoba mendekatinya, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!
Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.
Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya....
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk...
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA semakin dekat.
Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar...
mumpung kesempatan itu masih ada!
Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana? Wallahu a'lam.
Diambil dari :http://religiusta.multiply.com
ORANG-ORANG Mesir sangat gandrung sama al-Quran. Kemanapun mereka pergi, mereka tidak lupa untuk membawa mushaf. Tidak heran bila hampir semua orang (apapun tugas, karir dan jabatannya) terlihat membaca Quran di sela-sela waktu senggang atau ba'da shalat. Begitu juga pemilik toko, penjaganya, para karyawan, satpam, sopir taksi, bos-bos kantoran, selalu terlihat membaca al-Quran. Kalau tidak dibaca, Al-Quran mereka letakkan dengan rapih di atas mejanya, atau ditenteng dan disimpan dalam tas jika bepergian.
Ayat al-Quran juga sering diperdengarkan dari rumah-rumah sederhana hingga hotel berbintang lima, dari warung-warung kecil hingga shopping center mewah, dari sarana transportasi butut hingga pesawat terbang.
Nyaris di semua tempat selalu ada yang membaca al-Quran. Begitupun di dalam taksi, mikrolet, bus kota, kereta api, tram kota, senantiasa para pemuda, bapak-bapk dan kaum hawa senantiasa khusyu membaca Quran sambil mengusir suara bising obrolan dan deru knalpot.
Secara umum, ayat-ayat al-Quran yang "distel" di dalam kendaraan sangat bempengaruhi "karakteristik" pendengarnya. Normalnya, para penumpang malu untuk berbuat hal-hal yang tidak senonoh.
Kendati begitu, tetap saja ada saja pemandangan yang di luar dugaan. Misalnya, gara-gara ada copet akhirnya copot seluruh isi dompet. Atau ada saja yang berbuat ricuh di dalam bus lantaran rebutan tempat duduk, tak setuju tarif, perempuan disenggol laki-laki nakal, dsb. Sementara pembaca al-Quran tetap anteng dan adem ayem.
Pemandangan lain (yang di luar dugaan) juga terjadi di musim panas tahun 2002, dalam perjalanan menuju Alexandria, kota pantai yang bersejarah itu. Ada seorang gadis yang berpakaian sangat minim, bahkan tipis dan tembus pandang. Semula dia tidak kebagian tempat duduk, akhirnya berdiri, dan "terlihat" oleh semua penumpang (jangan lupa lho, gadis-gadis Mesir kebanyakan montok-montok atawa 'berisi'). Kebetulan Seorang syekh mencoba mengingatkan, tapi tidak digubris. Selengkapnya ditulis oleh kolumnis majalah Almannar (bukan Almannar yang dulu dikelola syekh Muhammad Rasyid Ridho yang kemudian menulis tafsir Almannar itu, melainkan Almannar Aljadid/neo-Almannar) berikut ini:
***
Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi.
Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria; di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian' kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.
Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.
Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!
"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!"
Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.
Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.
Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.
"Bangunkan saja!" kata seorang penumpang.
"Iya, bangunkan saja!" teriak yang lainnya.
Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.
Salah seorang mencoba mendekatinya, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!
Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.
Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya....
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk...
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA semakin dekat.
Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar...
mumpung kesempatan itu masih ada!
Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana? Wallahu a'lam.
Prasangka kita itu yg akan terjadi
Pembaca,
Sukur alhamdulillah.. diawal Mei ini renovasi calon outlet dan infrastrukturnya sudah mendekati selesai... sudah 80%. Rasanya sudah lamaaa banget, tanggal 3 ini sudah genap 1 bulan pekerjaan calon outletnya... dan sampai dengan saat ini sudah menghabiskan dana... Rp. x.xxx.xxx,xx hehee.. rahasia...
Gambarnya belum saya upload karena ndilalah bloggernya lagi sedikit rewel, saya upload gambar gagal mulu...
Memang rasanya nggak jauh beda dengan menantikan kelahiran seorang anak penantian ini. (Kata orang sih, coz aku sendiri belum pernah merasakan menantikan kelahiran seorang anak.. ) Ada deg-degan, khawatir, cemas, nggak sabar, dsb dsb... Pokoknya kadang bikin perut mules and tengkuk panas....
Kemarin saya ndilalah (lagi) kedatangan seorang tamu, yang ternyata adalah pedagang motor bekas yang showroom sederhananya tidak jauh dari calon outletku. Dia takjub dan heran melihat saya merenovasi habis-habisan untuk membuka toko.
"Mas, kok pake topi segala sih tokonya..? trus bentuk rak dan meja kasirnya kok aneh..? Catnya apa emang harus dibuat sulit dengan membentuk garis-garis seperti itu..?" Komentarnya...
Nggak tahu arahnya kemana, kok kementarnya seperti itu. namun selanjutnya saya dapat menebak arah pembicaraannya setelah dia melanjutkan, " Mas Yox, ini saya mau ngomong, tapi semoga tidak terjadi di mas Yox. Toko yang mas sedang bangun ini, entah kenapa dari dulu buat untuk usaha gagal terus. Dari Warung makan, Salon, Toko pakaian, semuanya semua gagal. Jadi ya, sebagus apapun tokonya kayaknya mas Yox harus siap untuk seperti itu..."
Deg..! Nafasku kayak tercekat! Wah kok baru tahu sekarang informasi itu..? Ini salahku. Kenapa awal-awal kemarin saya nggak selidiki dulu ini toko? Kenapa saya langsung ambil sewa dengan harga sekian juta pertahun? Dan kenapa saya langsung ambil lima tahun..? Hik... Badannya terasa lemas dan lututnya gemetar... Padahal saya mempertaruhkan uang 300 juta lebih ditoko ini dan saya keluar dari jalur TDB juga karena toko ini? Trus gimana ini?
"Benar begitu pak ?" Tanyaku memastikan...
"Iya," Jawabnya... Wah! Keringat dingin saya tambah banyak..
Gimana ini?
Setelah bapaknya pergi saya trus berjalan ke seberang jalan dan duduk menghadap ke calon outlet sambil melihat orang yang mengeroyok toko saya dari kejauhan, sambil berpikir, jika omongan bapak tadi benar, karena apa? Jika karena tempatnya, apa yang harus kuubah biar tidak seperti penyewa yang sudah-sudah? Jika karena ada penunggunya giman untuk menyuruhnya pergi? Ato harus ngundang ghost buster??
Ah kok ada aja ya? Udah tadinya cemas,khawatir,deg-degan menghadapi Pembukaan, eh kok malah di buat lemes lagi dengan informasi negatif seperti ini...
Sudah cukaup lama aku duduk dan merenung, akhirnya pulang menuju rumah kontrakannya abangku, pak Hadi, yang jaraknya hanya sekitar 30 meter dari situ.
eh ternyata semua masalahku diatas bisa terselesaiakan dengan sederhana setelah iseng-iseng aku buka Attractor Factor setelah aku sholat asar... jawabannya adalah:,
image yang kita gambarkan di pikiran kita, itu yang akan terjadi..!!
berusahalah sekeras-kerasnya,dan habis itu pasrahkan semua sama yang di Atas, biarkan Dia yang nentukan baiknya buat kita...
itu aja ternyata... sederhana dan sangat bermakna...
demikian,semoga bisa bermanfaat...
Sala,
Sukur alhamdulillah.. diawal Mei ini renovasi calon outlet dan infrastrukturnya sudah mendekati selesai... sudah 80%. Rasanya sudah lamaaa banget, tanggal 3 ini sudah genap 1 bulan pekerjaan calon outletnya... dan sampai dengan saat ini sudah menghabiskan dana... Rp. x.xxx.xxx,xx hehee.. rahasia...
Gambarnya belum saya upload karena ndilalah bloggernya lagi sedikit rewel, saya upload gambar gagal mulu...
Memang rasanya nggak jauh beda dengan menantikan kelahiran seorang anak penantian ini. (Kata orang sih, coz aku sendiri belum pernah merasakan menantikan kelahiran seorang anak.. ) Ada deg-degan, khawatir, cemas, nggak sabar, dsb dsb... Pokoknya kadang bikin perut mules and tengkuk panas....
Kemarin saya ndilalah (lagi) kedatangan seorang tamu, yang ternyata adalah pedagang motor bekas yang showroom sederhananya tidak jauh dari calon outletku. Dia takjub dan heran melihat saya merenovasi habis-habisan untuk membuka toko.
"Mas, kok pake topi segala sih tokonya..? trus bentuk rak dan meja kasirnya kok aneh..? Catnya apa emang harus dibuat sulit dengan membentuk garis-garis seperti itu..?" Komentarnya...
Nggak tahu arahnya kemana, kok kementarnya seperti itu. namun selanjutnya saya dapat menebak arah pembicaraannya setelah dia melanjutkan, " Mas Yox, ini saya mau ngomong, tapi semoga tidak terjadi di mas Yox. Toko yang mas sedang bangun ini, entah kenapa dari dulu buat untuk usaha gagal terus. Dari Warung makan, Salon, Toko pakaian, semuanya semua gagal. Jadi ya, sebagus apapun tokonya kayaknya mas Yox harus siap untuk seperti itu..."
Deg..! Nafasku kayak tercekat! Wah kok baru tahu sekarang informasi itu..? Ini salahku. Kenapa awal-awal kemarin saya nggak selidiki dulu ini toko? Kenapa saya langsung ambil sewa dengan harga sekian juta pertahun? Dan kenapa saya langsung ambil lima tahun..? Hik... Badannya terasa lemas dan lututnya gemetar... Padahal saya mempertaruhkan uang 300 juta lebih ditoko ini dan saya keluar dari jalur TDB juga karena toko ini? Trus gimana ini?
"Benar begitu pak ?" Tanyaku memastikan...
"Iya," Jawabnya... Wah! Keringat dingin saya tambah banyak..
Gimana ini?
Setelah bapaknya pergi saya trus berjalan ke seberang jalan dan duduk menghadap ke calon outlet sambil melihat orang yang mengeroyok toko saya dari kejauhan, sambil berpikir, jika omongan bapak tadi benar, karena apa? Jika karena tempatnya, apa yang harus kuubah biar tidak seperti penyewa yang sudah-sudah? Jika karena ada penunggunya giman untuk menyuruhnya pergi? Ato harus ngundang ghost buster??
Ah kok ada aja ya? Udah tadinya cemas,khawatir,deg-degan menghadapi Pembukaan, eh kok malah di buat lemes lagi dengan informasi negatif seperti ini...
Sudah cukaup lama aku duduk dan merenung, akhirnya pulang menuju rumah kontrakannya abangku, pak Hadi, yang jaraknya hanya sekitar 30 meter dari situ.
eh ternyata semua masalahku diatas bisa terselesaiakan dengan sederhana setelah iseng-iseng aku buka Attractor Factor setelah aku sholat asar... jawabannya adalah:,
image yang kita gambarkan di pikiran kita, itu yang akan terjadi..!!
berusahalah sekeras-kerasnya,dan habis itu pasrahkan semua sama yang di Atas, biarkan Dia yang nentukan baiknya buat kita...
itu aja ternyata... sederhana dan sangat bermakna...
demikian,semoga bisa bermanfaat...
Sala,
AKP = Analisa Kinerja Penjualan.. bag 2 Tamat
Posted by Yoyox Sancoyo at 4/19/2007 10:17:00 AM
Pembaca, menyambung tulisanku di postingan sebelumnya, AKP kan gampang kalo diterapkan di Bank? Trus kalo mau diterapkan di toko kita gimana?
Faktor penentu AKP di Bank ada 3, yaitu sukses rate, rata-rata plafond, dan jumlah nasabah.
Jika diterapkan di toko berubah menjadi sukses rate, rata-rata beli dan jumlah orang yang mampir di toko kita.
1. SUKSES RATE
Untuk toko yang jualan buah, buku, beras, kerudung dsb juga ada sukses ratenya. Sukses rate ini diperoleh dari jumlah pembeli di bagi dengan jumlah pengunjung kali 100%. Jika Sukses rate toko kita 10%, artinya dari 20 orang yang datang ke toko kita, 2 diantaranya melakukan transaksi pembelian. Tantangan kita adalah untuk menaikkan sukses rate menjadi 100%!!! Caranya? Banyak sekali! Diantaranya adalah lengkapi stok barang, tawarkan alternatif jika barang yang dicari tidak tersedia di toko kita, tawarkan solusi, pelayanan kepada pelanggan yang over servis, buat mereka merasa "HARUS BELI", tiap-tiap pelanggan harus merasa "diperhatikan", hindari kata-kata negatif terhadap mereka seperti kata tidak, tidak bisa, hanya, dsb, dan yang paling penting, pelanggan selalu benar!
2. RATA-RATA BELI
setelah semua pembeli yang berkunjung melakukan transaksi pembelian di toko kita, tugas kita selanjutnya adalah Naikkan rata-rata transaksi!! Ini yang dimaksud oleh pak RoNI. Pembeli yang tadinya hanya mau beli 1, jadi beli 2. Yang tadinya hanya beli 1 kg, jadi beli 3 kg, dsb. Gimana caranya? Ini juga Banyak. Diantaranya adalah dengan cross selling, menawarkan produk yang lain, menawarkan produk pendukung (sebagai contoh, orang yang beli kerudung di tempat saya, pasti saya tawari accesoriesnya seperti bross, kancing, hiasan bunga, dsb). Tawarkan solusi, itu kuncinya. Misalnya ,"Ih Ibu, kalo udah beli kerudung ini, akan sangat jauh lebih bagus kali memakainya di tambahi dengan kancing bross yang bagus ini. Orang lain kan banyak yang memakai kerudungnya, tapi aplikasi pakai bross ini, belum ada loh Bu..." Taruhan deh, pasti setidaknya Ibu itu akan mikir.. Nah kalo ilmu yang satu ini, yang pembeli bisa membeli lebih dari planing awalnya, yang paling jago diantaranya adalah abang saya sendiri, Hadi Kuntoro.
3. JUMLAH ORANG YANG MAMPIR DI TOKO KITA
Setelah kedua hal tersebut diatas sudah kita lakukan dengan benar, tugas kita terakhir adalah meningkatkan frekuensi pengunjung yang HARUS datang ke toko kita. Caranya? Diantaranya adalah memasang iklan baik di radio, cetak, brosur, dsb. Dan satu hal yang paling penting, pelanggan kita juga media iklan yang paling jitu. Jangan pernah sedikitpun kecewakan pelanggan. Selain iklan, letak toko kita harus strategis, bikin sesuatu yang eye catching, buat lain dari pada yang lain, dan jangan berhenti untuk melakukan promosi.
Demikian pembaca, tapi sebelum itu dilakukan, tentukan dulu target omzet kita. Penentuan target omzet juga tidak asal-asalan dibuat. Karena harus disesuaikan dengan kapasitas toko kita, kapasitas karyawan kita, biaya-biaya overhead yang harus kita cover, dan estimasi BEP (Break Even Point).
Berikut saya contohkan perhitungan toko saya di Wonosobo, berdasarkan AKP.
Toko kerudung saya yang di Wonosobo adalah sewa dengan harga sewa 25juta pertahun, artinya hampir 2.5 juta perbulan, atau sama dengan 100 ribu perhari. Untuk karyawan ada 3, yang gajinya masing-masing rata-rata 25 ribu perhari, jadi totalnya 75 ribu perhari. Untuk Listrik, transport, pajak dsb 100 ribu perhari. Saat ini saya memakai dana dari investor sekitar 100 juta, yang target saya harus lunas dalam kurun waktu 2 tahun, atau sekitar 520 hari kerja efektif, sehingga perharinya harus disisihkan 192.3 ribu atau sekitar 195 ribu. Jadi total Pengeluaran toko tiap hari adalah 470 ribu.
Profit rata-rata penjualan kerudung adalah 25%. Sehingga untuk mencapai profit BEP 470 ribu, omzet saya minimal harus 1.88 juta perhari, dibulatkan 2 juta perhari. Jadi target omzet saya perhari HARUS minimal 2 juta perhari.
Perhitungan AKP
Berdasarkan data 3 bulan terakhir, rata-rata dalam 1 hari ada 60 orang yang masuk ke toko saya dan 40 diantaranya melakukan transaksi, (sukses rate 66.6%). Rata-rata uang yang mereka keluarkan untuk membeli kerudung adalah 55 ribu (2-3 buah kerudung). Jadi omzet perhari rata-rata 55 ribu x 40 = 2.2 juta. Padahal target saya terlampaui...
Sekarang saya HARUS menaikkan target saya, saya harus pasang iklan agar orang yang berkunjung yang tadinya 60 orang bisa menjadi 100 orang perhari, saya didik karyawan agar sukes rate yang tadinya 66.6% menjadi 100%, dan saya harus berusaha rata-rata belanja orang yang tadinya hanya 55 ribu menjadi 70 ribu...
Memang ini tidak serta merta bisa di tunning semuanya secara sekaligus, bisanya bertahap,pilih yang paling mudah dulu... And working on it!
Demikian Pembaca, tentang AKP . Semoga bermanfaat...
Salam,
Pembaca, menyambung tulisanku di postingan sebelumnya, AKP kan gampang kalo diterapkan di Bank? Trus kalo mau diterapkan di toko kita gimana?
Faktor penentu AKP di Bank ada 3, yaitu sukses rate, rata-rata plafond, dan jumlah nasabah.
Jika diterapkan di toko berubah menjadi sukses rate, rata-rata beli dan jumlah orang yang mampir di toko kita.
1. SUKSES RATE
Untuk toko yang jualan buah, buku, beras, kerudung dsb juga ada sukses ratenya. Sukses rate ini diperoleh dari jumlah pembeli di bagi dengan jumlah pengunjung kali 100%. Jika Sukses rate toko kita 10%, artinya dari 20 orang yang datang ke toko kita, 2 diantaranya melakukan transaksi pembelian. Tantangan kita adalah untuk menaikkan sukses rate menjadi 100%!!! Caranya? Banyak sekali! Diantaranya adalah lengkapi stok barang, tawarkan alternatif jika barang yang dicari tidak tersedia di toko kita, tawarkan solusi, pelayanan kepada pelanggan yang over servis, buat mereka merasa "HARUS BELI", tiap-tiap pelanggan harus merasa "diperhatikan", hindari kata-kata negatif terhadap mereka seperti kata tidak, tidak bisa, hanya, dsb, dan yang paling penting, pelanggan selalu benar!
2. RATA-RATA BELI
setelah semua pembeli yang berkunjung melakukan transaksi pembelian di toko kita, tugas kita selanjutnya adalah Naikkan rata-rata transaksi!! Ini yang dimaksud oleh pak RoNI. Pembeli yang tadinya hanya mau beli 1, jadi beli 2. Yang tadinya hanya beli 1 kg, jadi beli 3 kg, dsb. Gimana caranya? Ini juga Banyak. Diantaranya adalah dengan cross selling, menawarkan produk yang lain, menawarkan produk pendukung (sebagai contoh, orang yang beli kerudung di tempat saya, pasti saya tawari accesoriesnya seperti bross, kancing, hiasan bunga, dsb). Tawarkan solusi, itu kuncinya. Misalnya ,"Ih Ibu, kalo udah beli kerudung ini, akan sangat jauh lebih bagus kali memakainya di tambahi dengan kancing bross yang bagus ini. Orang lain kan banyak yang memakai kerudungnya, tapi aplikasi pakai bross ini, belum ada loh Bu..." Taruhan deh, pasti setidaknya Ibu itu akan mikir.. Nah kalo ilmu yang satu ini, yang pembeli bisa membeli lebih dari planing awalnya, yang paling jago diantaranya adalah abang saya sendiri, Hadi Kuntoro.
3. JUMLAH ORANG YANG MAMPIR DI TOKO KITA
Setelah kedua hal tersebut diatas sudah kita lakukan dengan benar, tugas kita terakhir adalah meningkatkan frekuensi pengunjung yang HARUS datang ke toko kita. Caranya? Diantaranya adalah memasang iklan baik di radio, cetak, brosur, dsb. Dan satu hal yang paling penting, pelanggan kita juga media iklan yang paling jitu. Jangan pernah sedikitpun kecewakan pelanggan. Selain iklan, letak toko kita harus strategis, bikin sesuatu yang eye catching, buat lain dari pada yang lain, dan jangan berhenti untuk melakukan promosi.
Demikian pembaca, tapi sebelum itu dilakukan, tentukan dulu target omzet kita. Penentuan target omzet juga tidak asal-asalan dibuat. Karena harus disesuaikan dengan kapasitas toko kita, kapasitas karyawan kita, biaya-biaya overhead yang harus kita cover, dan estimasi BEP (Break Even Point).
Berikut saya contohkan perhitungan toko saya di Wonosobo, berdasarkan AKP.
Toko kerudung saya yang di Wonosobo adalah sewa dengan harga sewa 25juta pertahun, artinya hampir 2.5 juta perbulan, atau sama dengan 100 ribu perhari. Untuk karyawan ada 3, yang gajinya masing-masing rata-rata 25 ribu perhari, jadi totalnya 75 ribu perhari. Untuk Listrik, transport, pajak dsb 100 ribu perhari. Saat ini saya memakai dana dari investor sekitar 100 juta, yang target saya harus lunas dalam kurun waktu 2 tahun, atau sekitar 520 hari kerja efektif, sehingga perharinya harus disisihkan 192.3 ribu atau sekitar 195 ribu. Jadi total Pengeluaran toko tiap hari adalah 470 ribu.
Profit rata-rata penjualan kerudung adalah 25%. Sehingga untuk mencapai profit BEP 470 ribu, omzet saya minimal harus 1.88 juta perhari, dibulatkan 2 juta perhari. Jadi target omzet saya perhari HARUS minimal 2 juta perhari.
Perhitungan AKP
Berdasarkan data 3 bulan terakhir, rata-rata dalam 1 hari ada 60 orang yang masuk ke toko saya dan 40 diantaranya melakukan transaksi, (sukses rate 66.6%). Rata-rata uang yang mereka keluarkan untuk membeli kerudung adalah 55 ribu (2-3 buah kerudung). Jadi omzet perhari rata-rata 55 ribu x 40 = 2.2 juta. Padahal target saya terlampaui...
Sekarang saya HARUS menaikkan target saya, saya harus pasang iklan agar orang yang berkunjung yang tadinya 60 orang bisa menjadi 100 orang perhari, saya didik karyawan agar sukes rate yang tadinya 66.6% menjadi 100%, dan saya harus berusaha rata-rata belanja orang yang tadinya hanya 55 ribu menjadi 70 ribu...
Memang ini tidak serta merta bisa di tunning semuanya secara sekaligus, bisanya bertahap,pilih yang paling mudah dulu... And working on it!
Demikian Pembaca, tentang AKP . Semoga bermanfaat...
Salam,
AKP = Analisa Kinerja Penjualan.. bag 1
Posted by Yoyox Sancoyo at 4/19/2007 01:06:00 AM
Pembaca,
Ide membaca tulisan ini muncul setelah baca postingan rekan-rekan di TDA, tentang menaikkan rata-rata tansaksi yang di sentil pertama kali oleh sang maestro kita, pak RoNI.
Pembaca, terakhir di TDB adalah saya sales murni. Sales yang berjualan uang yang berlindung di balik kata-kata "Bank"... Selama menjadi sales saya belum pernah sekalipun ikut seminar tentang sales magic, how to sale.. dsb... bukannya saya malas, tapi memang kerja di daerah seperti saya ini, yang kotanya apabila saya keliling jalan-jalan di kota, belum genap sehari penuh semua jalan yang ada pasti sudah saya injak karena saking kecilnya, susah untuk mencari informasi dimana ada seminar seperti itu...
Tapi kenapa saya bisa lebih baik dari sekitar 62 orang Sales Officer yang lain? Bahkan bisa yang terbaik? Jawabannya sederhana, saya belajar dari atasan saya...
Atasan saya dulunya pasti Sales, dan kenapa dia jadi Cluster Manager? Karena pasti dia yang terbaik. Nah, saya bisa belajar dari mantas sales officer yang terbaik, dan gratis! Dia mau mengajarkan, karena jika saya bisa menyerap ilmunya saya akan bisa mencapai target saya, yang tentunya akan mengcover target dia. Padahal tujuan saya belajar ilmunya adalah untuk hidup saya, dalam artian yang sebenarnya.... Dan untuk target penjualan sesuai harapan cluster manager, adalah saya gunakan untuk control dan monitor apakah saya sudah bisa atau belum...
Dan nyatanya, saya bisa, bahkan menjadi yang terbaik, sehingga akhirnya belum genap 2 tahun saya diangkat jadi Unit Manager, jabatan yang biasanya akan dicapai dalam kurun waktu 5-7 tahun dari ordinary Sales Officer...
Apakah ilmu yang dahsyat itu? Jawabannya adalah AKP, Analisa Kinerja Penjualan...
Secara garis besar, perhitungan AKP dimulai dari TARGET PENJUALAN yang akan dicapai, yang berakhir kepada "saya akan jual berapa"...
AKP ini ternyata bisa diterapkan pada bisnis apapun, yang ada unsur "penjualan"nya.. AKP ini mirip dengan poin-poin di Brad Sugars Marketing Leverage Chart-5 ways increasing profit, namun AKP ini adalah intisari dari poin-poin itu, yang bisa kita lakukan sendiri, berdasarkan karakterisitk kita, begitu kata Cluster manager ketika saya menanyakan hal itu.
Saya ingin menerangkan tentang AKP di Bank tempat saya bekerja. AKP hanya punya 3 faktor penentu, yaitu:
Sukses Rate
Besar Plafond rata-rata
Banyaknya Nasabah.
Sukses rate adalah rasio perbandingan antara orang yang mau ambil kredit dibanding dengan jumlah total orang yang kita kunjungi. Sukses rate 10% artinya dari 100 orang yang kita kunjungi, 10 orang diantaranya ambil kredit. Sukses rate dan Besar Plafond rata-rata ini, di bank tempat saya bekerja angkanya biasanya berdasar history 3 bulan yang lalu.
Perhitungannya adalah sebagai berikut
Kita tentukan TARGET dulu, dalam 1 bulan kita harus mencairkan kredit berapa? Misal angkanya 300 juta.
Berapa sukses rate kita bulan yang lalu? misalnya 10%. (kata Cluster Managerku, jika ada sales yang sukses ratenya 10% adalah sales terbaik di dunia..
Dari history bulan yang lalu juga, rata-rata kredit yang kita cairkan berapa? Misalnya 20 juta.
Pertanyaannya, Kita harus cari berapa orang agar target kita 300 juta tercapai?
Untuk rata-rata plafon 20 juta, agar mencapai 300 juta maka kita harus mencairkan kredit kepada 15 orang. Dengan sukses rate kita yang 10%, agar kita bisa mencairkan kredit kepada 15 orang,maka kita sebulan harus ketemu dengan orang 150 orang. Yang artinya perhari WAJIB ketemu dengan 7.5 (8) orang.
Bagaimana untuk meningkatkan penjualan?
naikkan sukses rate, caranya baca buku, belajar produk knowledge, tingkatkan selling skill, ikut seminar, dsb,
Naikkan besarnya plafon rata-rata, caranya temui orang yang tepat, tawarkan yang lebih tinggi, dsb.
Banyak-banyaklah ketemu calon nasabah, caranya promosi, disiplin, tetap semangat, tepati janji, dsb.
Tapi cara yang itu kan hanya tepat diterapkan diBank... kalo saya jualan buah di lapak bagaimana?
Ok, akan coba saya jawab, tapi dipostingan berikutnya.....
Salam,
Pembaca,
Ide membaca tulisan ini muncul setelah baca postingan rekan-rekan di TDA, tentang menaikkan rata-rata tansaksi yang di sentil pertama kali oleh sang maestro kita, pak RoNI.
Pembaca, terakhir di TDB adalah saya sales murni. Sales yang berjualan uang yang berlindung di balik kata-kata "Bank"... Selama menjadi sales saya belum pernah sekalipun ikut seminar tentang sales magic, how to sale.. dsb... bukannya saya malas, tapi memang kerja di daerah seperti saya ini, yang kotanya apabila saya keliling jalan-jalan di kota, belum genap sehari penuh semua jalan yang ada pasti sudah saya injak karena saking kecilnya, susah untuk mencari informasi dimana ada seminar seperti itu...
Tapi kenapa saya bisa lebih baik dari sekitar 62 orang Sales Officer yang lain? Bahkan bisa yang terbaik? Jawabannya sederhana, saya belajar dari atasan saya...
Atasan saya dulunya pasti Sales, dan kenapa dia jadi Cluster Manager? Karena pasti dia yang terbaik. Nah, saya bisa belajar dari mantas sales officer yang terbaik, dan gratis! Dia mau mengajarkan, karena jika saya bisa menyerap ilmunya saya akan bisa mencapai target saya, yang tentunya akan mengcover target dia. Padahal tujuan saya belajar ilmunya adalah untuk hidup saya, dalam artian yang sebenarnya.... Dan untuk target penjualan sesuai harapan cluster manager, adalah saya gunakan untuk control dan monitor apakah saya sudah bisa atau belum...
Dan nyatanya, saya bisa, bahkan menjadi yang terbaik, sehingga akhirnya belum genap 2 tahun saya diangkat jadi Unit Manager, jabatan yang biasanya akan dicapai dalam kurun waktu 5-7 tahun dari ordinary Sales Officer...
Apakah ilmu yang dahsyat itu? Jawabannya adalah AKP, Analisa Kinerja Penjualan...
Secara garis besar, perhitungan AKP dimulai dari TARGET PENJUALAN yang akan dicapai, yang berakhir kepada "saya akan jual berapa"...
AKP ini ternyata bisa diterapkan pada bisnis apapun, yang ada unsur "penjualan"nya.. AKP ini mirip dengan poin-poin di Brad Sugars Marketing Leverage Chart-5 ways increasing profit, namun AKP ini adalah intisari dari poin-poin itu, yang bisa kita lakukan sendiri, berdasarkan karakterisitk kita, begitu kata Cluster manager ketika saya menanyakan hal itu.
Saya ingin menerangkan tentang AKP di Bank tempat saya bekerja. AKP hanya punya 3 faktor penentu, yaitu:
Sukses Rate
Besar Plafond rata-rata
Banyaknya Nasabah.
Sukses rate adalah rasio perbandingan antara orang yang mau ambil kredit dibanding dengan jumlah total orang yang kita kunjungi. Sukses rate 10% artinya dari 100 orang yang kita kunjungi, 10 orang diantaranya ambil kredit. Sukses rate dan Besar Plafond rata-rata ini, di bank tempat saya bekerja angkanya biasanya berdasar history 3 bulan yang lalu.
Perhitungannya adalah sebagai berikut
Kita tentukan TARGET dulu, dalam 1 bulan kita harus mencairkan kredit berapa? Misal angkanya 300 juta.
Berapa sukses rate kita bulan yang lalu? misalnya 10%. (kata Cluster Managerku, jika ada sales yang sukses ratenya 10% adalah sales terbaik di dunia..
Dari history bulan yang lalu juga, rata-rata kredit yang kita cairkan berapa? Misalnya 20 juta.
Pertanyaannya, Kita harus cari berapa orang agar target kita 300 juta tercapai?
Untuk rata-rata plafon 20 juta, agar mencapai 300 juta maka kita harus mencairkan kredit kepada 15 orang. Dengan sukses rate kita yang 10%, agar kita bisa mencairkan kredit kepada 15 orang,maka kita sebulan harus ketemu dengan orang 150 orang. Yang artinya perhari WAJIB ketemu dengan 7.5 (8) orang.
Bagaimana untuk meningkatkan penjualan?
naikkan sukses rate, caranya baca buku, belajar produk knowledge, tingkatkan selling skill, ikut seminar, dsb,
Naikkan besarnya plafon rata-rata, caranya temui orang yang tepat, tawarkan yang lebih tinggi, dsb.
Banyak-banyaklah ketemu calon nasabah, caranya promosi, disiplin, tetap semangat, tepati janji, dsb.
Tapi cara yang itu kan hanya tepat diterapkan diBank... kalo saya jualan buah di lapak bagaimana?
Ok, akan coba saya jawab, tapi dipostingan berikutnya.....
Salam,
Kamis, 09 Februari 2012
DUNIA PARA TDB DI NEGERI KITA
Saat2 yang membahagiakan kalo kita menjadi orang yang full TDB (tangan di bawah) atau orang gajian adalah pada pekan atau hari-hari menjelang gajian sudah dekat.Apalagi kalo kita ingat bulan lalu kita banyak overtime sabtu bahkan minggu masuk, harian juga lembur 2-3 jam..bakalan besar nih rejekiku...Kalo tanggal gajian hari minggu akan lebih indah lagi karena hari jumat biasanya transferan atau uang gaji sudah bisa kita terima alias maju atau advance 2 hari..Mmm..indah sekali...
Taapi....itu biasanya tidak lama. Usai 1 sampai 2 minggu setelah gajian kebahagiaan itu cepat sirna..dan berubah menjadi saat2 mengenaskan.Setelah bayar telpon,handpone,listrik,air,nicil motor,mobil,nicil rumah,bayar anak sekolah,..ternyata setelah bolak-blaik dihitung kok itungannya tinggal beberapa hari untuk bertahan hidup, sampai2 kadang kita tidak berani menghitungnya, nanti malah stress...kata temen2 dan kadang2 saya sendiri...nanti akan lebih sedih lagi kalo tiba2 ada saudara datang, atau orang kampung datang, atau temen yang ”ada perlu”...
Tahun demi tahun saya lewati dengan cerita yang sama..Ah entar kalo udah naik kelas makin tinggi kan makin happy...Ternyata enggak juga....Nyanyian2 pilu itu baik terdengar atau bisik2 ternyata sering disenandungkan dari semua strata, baik yang lulusan SMP maupun S2 yang full jadi TDB.
Tragisnya lagi nyanyian2 ratapan2 seperti itu bergulir dari waktu ke waktu jarang yang berniat menjadikannya sebagai mantera-mantera yang memberdayakan mereka mereka untuk bangkit dan melapas balok2 kayu yang memasung kaki2 mereka.Kisah salah satu petinggi top ditempat kami adalah bukti yang nyata...
Ada seorang manajer senior ditempat saya yang sudah naik mobil sedan bagus selama puluhan tahun...mengabdi sepenuh hati dari saat saya balita hingga sekarang saya beranak tiga, diperusahaan yang termasuk bonafide terhadap pelayanan karyawannya.
Pada saat beliau mendekati pensiun saya berfikir dia pasti akan senang...Beliau pasti akan menghabiskan ”golden year” nya dengan bahagia, happy ending seperti mahasiswa lulus cumlaude yang jadi rebutan perusahaan2 bonafide.Tabungannya pasti sudah banyak,pikirku, dia tinggal jalan gembira menikmati masa pensiunnya.
Hingga suatu hari beliau memanggil temen saya yang cukup dekat hubungannya dengan sang manajer senior itu.Beliau mengajaknya sharing....Beliau bercerita, pesangon yang akan dia terima sekitar 700 juta (suatu jumlah yang sangat besar menurut kami)..tapi dari tutur katanya sangat terlihat dia masih saja resah.
Saat ini dia belum punya agenda kegiatan terutama bisnis pasca pensiun.”Uang pesangon saya ini kalau saya pakai buat usaha kok ternyata mepet juga ya....” katanya sambil menghela napas panjang.Kalo saya simpan di deposito sebulan saya akan dapat 7juta-an kurang..padahal sekarang opersional sehari2 kalo dikumpulkan sebulan jumlahnya 12an juta...Belum kalau saya sakit, belum kalau ada kebutuhan unpredictable yang suka2 muncul juga...”Saya kepengin belika ruko dekat rumah saya 350juta, terus untuk ngisinya 200an juta, sisanya buat cadangan..kok kecil sekali ya...nanti kao usaha saya tidak berhasil dan saya gulung tikar bagaimana ya..?
Mendengar itu saya tersenyum kecut....kalau sang petinggi saja seperti bagaimana saya nanti ya..? bagaimana yang dibawah saya ya..? bagaimana yang labih rendah lagi ya...?Ada kisah lagi seorang Kepala seksi yang mau pensiun....Ketika 4 bulan lagi pensiun beliau sebernya sudah dibebaskan dari absensi dan dan rutinitas2 lainnya agar beliau bisa mempersiapkan pensiunnya...awalnya 1 bulan dia mencoba untuk mulai mencoba berdikari...tapi belum sampai 3 minggu dia datang dengan baju seragam lagi dan kelihatan ada rona ketskutan di wajahnya...”Wah,diluar bener2 serem dan saya pusing sendiri karena semuanya berjalan tanpa pakem, jadi terusterang saya takut untuk memulai berusaha” katanya...”
Terus rencana selanjtnya gimana pak..?” kata salah satu temen saya.”Saya akan masuk kerja saja deh..sampai hari H saya harus undur diri..sambil mikir2 usaha apa...” lanjutnya lagi, dan hingga tiba hari H beliau lulus beliau kirim email pamitan...dan ternyata dia tetep masih bingung mau ngapain....
Begitulah kisah2 seputar TDB murni di negeri kita....kalau dinegeri lain yang maju mendekati pensiun adalah masa tidak terlalu mengenaskan...
Bahkan untuk negara2 seperti Jepang, yang sudah sepuh2 itu malah diberdayakan oelh company untuk menjadi trainer2 atau motor di berbagai negeri yang ada cabang atau afiliasi perusahaannya.
Atau kalaupun dia mau dia bisa mengabdi ke negara dan digaji oleh negara dengan bayaran yang cukup meskipun pekerjaannya terlihat ”remeh” menurut kita macam petugas kebersihan,sopir2 bus instansi dll...
Jadi itulah kenyataan nasib tdb..cerita2 ini sering sekali saya dengar dari mereka2 yang full tdb karena kebetulan saya seringkali memberikan trainning macam Job Role,QCC dll kepada kepala group atau kepala line yang kadang dalam satu kelas campur ada yang usia muda,menengah dan tua...
Yang tua2 paling seneng kalo dalam trainning2 itu saya selingi contoh2 kasusnya adalah sontoh kasus di dunia bisnis..dan yang muda2 biasanya mengolok-olok yang tua yang sebentar lagi pensiun, tanpa mereka sadari bahwa merekapun akan menglami kejadian persis sama seperti yang senior2 itu..”Pak seandainya dari masuk kerja dulu bapak nabung 100ribu sampai pensiun pensiun 2 tahun lagi uang bapak sekarang sudah milyaran lho...” kata saya...sambil menerangkan itung2annya Tung Desem Waringin.Sambil terkekeh mereka ada yang berkata ”
Bapak sih ngasih tahunya baru sekarang..”
Temen2 yang masih TDB renungkanlah kenyataan2 ini yang saya yakin kita semua menyadarinya...masa2 seperti itu akan datang dan siapkah kita menghadapinya, padahal jelas-jelas tidak ada reinkarnasi di kehidupan kita ini....
Salam Hangat,
Hadi Kuntoro
Taapi....itu biasanya tidak lama. Usai 1 sampai 2 minggu setelah gajian kebahagiaan itu cepat sirna..dan berubah menjadi saat2 mengenaskan.Setelah bayar telpon,handpone,listrik,air,nicil motor,mobil,nicil rumah,bayar anak sekolah,..ternyata setelah bolak-blaik dihitung kok itungannya tinggal beberapa hari untuk bertahan hidup, sampai2 kadang kita tidak berani menghitungnya, nanti malah stress...kata temen2 dan kadang2 saya sendiri...nanti akan lebih sedih lagi kalo tiba2 ada saudara datang, atau orang kampung datang, atau temen yang ”ada perlu”...
Tahun demi tahun saya lewati dengan cerita yang sama..Ah entar kalo udah naik kelas makin tinggi kan makin happy...Ternyata enggak juga....Nyanyian2 pilu itu baik terdengar atau bisik2 ternyata sering disenandungkan dari semua strata, baik yang lulusan SMP maupun S2 yang full jadi TDB.
Tragisnya lagi nyanyian2 ratapan2 seperti itu bergulir dari waktu ke waktu jarang yang berniat menjadikannya sebagai mantera-mantera yang memberdayakan mereka mereka untuk bangkit dan melapas balok2 kayu yang memasung kaki2 mereka.Kisah salah satu petinggi top ditempat kami adalah bukti yang nyata...
Ada seorang manajer senior ditempat saya yang sudah naik mobil sedan bagus selama puluhan tahun...mengabdi sepenuh hati dari saat saya balita hingga sekarang saya beranak tiga, diperusahaan yang termasuk bonafide terhadap pelayanan karyawannya.
Pada saat beliau mendekati pensiun saya berfikir dia pasti akan senang...Beliau pasti akan menghabiskan ”golden year” nya dengan bahagia, happy ending seperti mahasiswa lulus cumlaude yang jadi rebutan perusahaan2 bonafide.Tabungannya pasti sudah banyak,pikirku, dia tinggal jalan gembira menikmati masa pensiunnya.
Hingga suatu hari beliau memanggil temen saya yang cukup dekat hubungannya dengan sang manajer senior itu.Beliau mengajaknya sharing....Beliau bercerita, pesangon yang akan dia terima sekitar 700 juta (suatu jumlah yang sangat besar menurut kami)..tapi dari tutur katanya sangat terlihat dia masih saja resah.
Saat ini dia belum punya agenda kegiatan terutama bisnis pasca pensiun.”Uang pesangon saya ini kalau saya pakai buat usaha kok ternyata mepet juga ya....” katanya sambil menghela napas panjang.Kalo saya simpan di deposito sebulan saya akan dapat 7juta-an kurang..padahal sekarang opersional sehari2 kalo dikumpulkan sebulan jumlahnya 12an juta...Belum kalau saya sakit, belum kalau ada kebutuhan unpredictable yang suka2 muncul juga...”Saya kepengin belika ruko dekat rumah saya 350juta, terus untuk ngisinya 200an juta, sisanya buat cadangan..kok kecil sekali ya...nanti kao usaha saya tidak berhasil dan saya gulung tikar bagaimana ya..?
Mendengar itu saya tersenyum kecut....kalau sang petinggi saja seperti bagaimana saya nanti ya..? bagaimana yang dibawah saya ya..? bagaimana yang labih rendah lagi ya...?Ada kisah lagi seorang Kepala seksi yang mau pensiun....Ketika 4 bulan lagi pensiun beliau sebernya sudah dibebaskan dari absensi dan dan rutinitas2 lainnya agar beliau bisa mempersiapkan pensiunnya...awalnya 1 bulan dia mencoba untuk mulai mencoba berdikari...tapi belum sampai 3 minggu dia datang dengan baju seragam lagi dan kelihatan ada rona ketskutan di wajahnya...”Wah,diluar bener2 serem dan saya pusing sendiri karena semuanya berjalan tanpa pakem, jadi terusterang saya takut untuk memulai berusaha” katanya...”
Terus rencana selanjtnya gimana pak..?” kata salah satu temen saya.”Saya akan masuk kerja saja deh..sampai hari H saya harus undur diri..sambil mikir2 usaha apa...” lanjutnya lagi, dan hingga tiba hari H beliau lulus beliau kirim email pamitan...dan ternyata dia tetep masih bingung mau ngapain....
Begitulah kisah2 seputar TDB murni di negeri kita....kalau dinegeri lain yang maju mendekati pensiun adalah masa tidak terlalu mengenaskan...
Bahkan untuk negara2 seperti Jepang, yang sudah sepuh2 itu malah diberdayakan oelh company untuk menjadi trainer2 atau motor di berbagai negeri yang ada cabang atau afiliasi perusahaannya.
Atau kalaupun dia mau dia bisa mengabdi ke negara dan digaji oleh negara dengan bayaran yang cukup meskipun pekerjaannya terlihat ”remeh” menurut kita macam petugas kebersihan,sopir2 bus instansi dll...
Jadi itulah kenyataan nasib tdb..cerita2 ini sering sekali saya dengar dari mereka2 yang full tdb karena kebetulan saya seringkali memberikan trainning macam Job Role,QCC dll kepada kepala group atau kepala line yang kadang dalam satu kelas campur ada yang usia muda,menengah dan tua...
Yang tua2 paling seneng kalo dalam trainning2 itu saya selingi contoh2 kasusnya adalah sontoh kasus di dunia bisnis..dan yang muda2 biasanya mengolok-olok yang tua yang sebentar lagi pensiun, tanpa mereka sadari bahwa merekapun akan menglami kejadian persis sama seperti yang senior2 itu..”Pak seandainya dari masuk kerja dulu bapak nabung 100ribu sampai pensiun pensiun 2 tahun lagi uang bapak sekarang sudah milyaran lho...” kata saya...sambil menerangkan itung2annya Tung Desem Waringin.Sambil terkekeh mereka ada yang berkata ”
Bapak sih ngasih tahunya baru sekarang..”
Temen2 yang masih TDB renungkanlah kenyataan2 ini yang saya yakin kita semua menyadarinya...masa2 seperti itu akan datang dan siapkah kita menghadapinya, padahal jelas-jelas tidak ada reinkarnasi di kehidupan kita ini....
Salam Hangat,
Hadi Kuntoro
Rabu, 08 Februari 2012
SEMUT DI DALAM TELINGA
Ada seorang pekerja yang sedang bertugas di sebuah perusahaan. suatu ketika, tanpa disengaja dia menginjak sarang semut hingga lantai dipenuhi kawanan semut, semut-semut yang tak terkira jumlahnya sampai merayap ke seluruh tubuhnya.sebentar kemudian, dia merasakan telinganya amat gatal. disangkanya semut-semut sudah merayap masuk ke telinganya, hingga dia memutuskan untuk berobat ke dokter. hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa telinganya tidak dimasuki semut, tapi anehnya dia tetap bersikeras mengatakan telinganya terdapat semut. banyak dokter telah dicari, tapi hasilnya tetap sama.seorang temannya menganggap dia terlalu dilanda prasangka dan perasaan yang berlebihan, hingga menjadi penyakit psikis. kalau betul demikian, tak ada gunanya mencari dolter, melainkan yang dibutuhkan adalah seorang psikiater.psikiater memeriksanya dengan teliti dan mengatakan positif, "Ada, memang ada. tapi sebelum semutnya dikeluarkan, harus terlebih dahulu disuntik." lalu diapun merebahkan diri untuk disuntik dengan obat bius. dia tertidur pulas, saat mulai siuman, psikiater (yang sudah menyiapkan 2 ekor semut yang ditangkap di halaman rumah sakit) membunyikan beberapa batang perkakas medis di samping telinganya hngga berdesing, lalu menunjukkan dua ekor semut yang ditangkapnyaseraya berkata:" kini anda telah sembuh, semut itu telah saya keluarkan." mendengar ini, si pasien amat bergembira dan mengucapkan terima kasih kepada psikiater.
Insight
Telah dapat dibuktikan, bahwa dari kecurigaan akan melahirkan sosok mara atau perasaan menderita. kalau sudah dilanda prasangka bagaimana mungkin bisa melahirkan kepercayaan diri?
Terlebih lebih kalau sudah mencurigai kebenaran hukum Tuhan, bagaimana mungkin dapat membina diri lagi?
Hilangkan persangkaan dan kecurigaan bahwa kita akan gagal dan hancur , padahal memulai aja belum.
"Untuk Memulai tidak harus Hebat, tapi kita harus memulai agar bisa jadi hebat"
Insight
Telah dapat dibuktikan, bahwa dari kecurigaan akan melahirkan sosok mara atau perasaan menderita. kalau sudah dilanda prasangka bagaimana mungkin bisa melahirkan kepercayaan diri?
Terlebih lebih kalau sudah mencurigai kebenaran hukum Tuhan, bagaimana mungkin dapat membina diri lagi?
Hilangkan persangkaan dan kecurigaan bahwa kita akan gagal dan hancur , padahal memulai aja belum.
"Untuk Memulai tidak harus Hebat, tapi kita harus memulai agar bisa jadi hebat"
Senin, 06 Februari 2012
Bukan Seberapa Banyak, Tapi Seberapa Cepat
Sharing dari Provokator TDA yang sangat luar biasa
Ini satu lagi AHA yang saya dapatkan dari seminar Irresistible Sensational Offer dari Pak Tung DW. Bukannya saya fanatik buta. Tapi, harus saya akui bahwa Pak Tung adalah gudangnya AHA saya. Ini termasuk salah satunya. Saya sampai geleng-geleng kepala. Iya juga ya...
Anda pasti akan dapat uang Pp. 5 milyar. Pasti. Tapi berapa lama? Itu masalahnya. Kalau penghasilan anda per bulan saat ini adalah Rp. 5 juta, atau Rp. 60 juta per tahun. Anda PASTI akan dapat Rp. 5 milyar dalam 83 tahun.
Masalahnya adalah bukannya seberapa besar uang yang anda dapatkan, tapi seberapa cepat anda mendapatkannya. It's a challenging idea. Kemarin saya diminta untuk memberikan testimony untuk seminar Pak Tung yang akan diiklankan di Kompas. Isinya adalah bagaimana hasil dari bimbingan Pak Tung terhadap bisnis saya. Saya bilang aja, setelah di-coach Pak Tung, penghasilan yang saya peroleh setahun sekarang bisa diperoleh hanya dalam 1-2 bulan saja. Alhamdulillah. Masuk akal dong. Lha wong gurunya saja punya penghasilan 10 tahun bisa didapat hanya dalam waktu 15 menit!
Pak Tung juga pernah memberikan coach kepada Gapura Prima, developer Apartemen Bellagio. Pak Tung biasanya memberikan 2 pilihan, bayar fee Rp. 100 juta per jam atau pembagian hasil berdasarkan target. Gapura Prima memilih pembagian hasil. Begini dealnya: Pak Tung berjanji akan menjual minimal 150 unit apartemennya dalam waktu 1 hari saja. Kalau berhasil, Pak Tung akan dapat 1 unit apartemen gratis. Kemudian Pak Tung membuatkan strategi marketing yang jitu. Salah satunya dengan memberikan "sensational offer" yang diiklankan di Kompas. Hasilnya, dalam 1 hari terjual 250 unit apartemen!
Satu lagi. Waktu seminar Robert Kiyosaki di Jakarta dulu. Hanya dalam 15 menit Pak Tung bisa menjual seminarnya senilai Rp. 1,2 Milyar. Pak Tung juga sukses menjual 10.000 eksemplar bukunya hanya dalam waktu 1 hari. Pak Tung membuktikan ucapannya bukan isapan jempol belaka. Dia sudah membuktikannya. He walks the talks.
Jadi, idenya adalah: bukan seberapa banyak yang didapat, tapi seberapa cepat. Hmmm, it's a challenging idea. Really.... Musti Take Double Double Action nih! Tapi bukan sembarang action aja. Actionnya yang smart, tentunya....
RoNI
Ini satu lagi AHA yang saya dapatkan dari seminar Irresistible Sensational Offer dari Pak Tung DW. Bukannya saya fanatik buta. Tapi, harus saya akui bahwa Pak Tung adalah gudangnya AHA saya. Ini termasuk salah satunya. Saya sampai geleng-geleng kepala. Iya juga ya...
Anda pasti akan dapat uang Pp. 5 milyar. Pasti. Tapi berapa lama? Itu masalahnya. Kalau penghasilan anda per bulan saat ini adalah Rp. 5 juta, atau Rp. 60 juta per tahun. Anda PASTI akan dapat Rp. 5 milyar dalam 83 tahun.
Masalahnya adalah bukannya seberapa besar uang yang anda dapatkan, tapi seberapa cepat anda mendapatkannya. It's a challenging idea. Kemarin saya diminta untuk memberikan testimony untuk seminar Pak Tung yang akan diiklankan di Kompas. Isinya adalah bagaimana hasil dari bimbingan Pak Tung terhadap bisnis saya. Saya bilang aja, setelah di-coach Pak Tung, penghasilan yang saya peroleh setahun sekarang bisa diperoleh hanya dalam 1-2 bulan saja. Alhamdulillah. Masuk akal dong. Lha wong gurunya saja punya penghasilan 10 tahun bisa didapat hanya dalam waktu 15 menit!
Pak Tung juga pernah memberikan coach kepada Gapura Prima, developer Apartemen Bellagio. Pak Tung biasanya memberikan 2 pilihan, bayar fee Rp. 100 juta per jam atau pembagian hasil berdasarkan target. Gapura Prima memilih pembagian hasil. Begini dealnya: Pak Tung berjanji akan menjual minimal 150 unit apartemennya dalam waktu 1 hari saja. Kalau berhasil, Pak Tung akan dapat 1 unit apartemen gratis. Kemudian Pak Tung membuatkan strategi marketing yang jitu. Salah satunya dengan memberikan "sensational offer" yang diiklankan di Kompas. Hasilnya, dalam 1 hari terjual 250 unit apartemen!
Satu lagi. Waktu seminar Robert Kiyosaki di Jakarta dulu. Hanya dalam 15 menit Pak Tung bisa menjual seminarnya senilai Rp. 1,2 Milyar. Pak Tung juga sukses menjual 10.000 eksemplar bukunya hanya dalam waktu 1 hari. Pak Tung membuktikan ucapannya bukan isapan jempol belaka. Dia sudah membuktikannya. He walks the talks.
Jadi, idenya adalah: bukan seberapa banyak yang didapat, tapi seberapa cepat. Hmmm, it's a challenging idea. Really.... Musti Take Double Double Action nih! Tapi bukan sembarang action aja. Actionnya yang smart, tentunya....
RoNI
BERGERAKLAH...! Kesempatan Tidak Datang Setiap Saat
Oleh: Renald Khasali
"Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan)."
Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru saya, "CHANGE".
Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat, iseng-iseng saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Di tengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, saya tawarkan uang itu. "Silahkan, siapa yang mau boleh ambil," ujar saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000.
Seperti yang saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima. Saya ulangi kalimat saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak. Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk.
Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya.
Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan saya. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya. Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan.
Semua audiens tertegun.
Saya ulangi pesan Saya, "Silahkan ambil, silahkan ambil." Ia menatap wajah saya, dan saya pun menatapnya dengan wajah lucu.
Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu. Saya ulangi lagi kalimat saya,dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan saya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak. Seseorang lalu berteriak,"Kembalikan,kembalikan!"
Saya mengatakan, "Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya."
Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000.
Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak. Bukankah uang yang saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan?
Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan:
"Saya pikir Bapak cuma main-main ............"
"Nanti uangnya toh diambil lagi."
"Malu-maluin aja."
"Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!"
"Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu ....."
"Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya...."
"Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas....."
"Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang........."
"Saya, kan duduk jauh di belakang..." dan seterusnya.
Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari. Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian opportunity (kesempatan), tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja. Yang gila itu adalah yang selalu mengharapkan perubahan, sementara itu tetap melakukan hal yang sama dari hari ke hari.....,"
Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama. Mungkin benar kata teman saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari, jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.
Seperti kata Jack Canfield,yang menulis buku Chicken Soup for the Soul,yang membedakan antara winners dengan losers adalah "Winners take action. They simply get up and do what has to be done.".
Selamat bergerak
"Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan)."
Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru saya, "CHANGE".
Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat, iseng-iseng saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Di tengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, saya tawarkan uang itu. "Silahkan, siapa yang mau boleh ambil," ujar saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000.
Seperti yang saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima. Saya ulangi kalimat saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak. Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk.
Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya.
Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan saya. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya. Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan.
Semua audiens tertegun.
Saya ulangi pesan Saya, "Silahkan ambil, silahkan ambil." Ia menatap wajah saya, dan saya pun menatapnya dengan wajah lucu.
Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu. Saya ulangi lagi kalimat saya,dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan saya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak. Seseorang lalu berteriak,"Kembalikan,kembalikan!"
Saya mengatakan, "Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya."
Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000.
Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak. Bukankah uang yang saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan?
Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan:
"Saya pikir Bapak cuma main-main ............"
"Nanti uangnya toh diambil lagi."
"Malu-maluin aja."
"Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!"
"Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu ....."
"Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya...."
"Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas....."
"Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang........."
"Saya, kan duduk jauh di belakang..." dan seterusnya.
Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari. Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian opportunity (kesempatan), tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja. Yang gila itu adalah yang selalu mengharapkan perubahan, sementara itu tetap melakukan hal yang sama dari hari ke hari.....,"
Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama. Mungkin benar kata teman saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari, jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.
Seperti kata Jack Canfield,yang menulis buku Chicken Soup for the Soul,yang membedakan antara winners dengan losers adalah "Winners take action. They simply get up and do what has to be done.".
Selamat bergerak
Minggu, 05 Februari 2012
Percayakah Bahwa Rejeki ada di Mana-mana
Kata-kata yang sangat sering kita dengar, bahwa rejeki ada dimana-mana, rejeki bisa datang dari mana saja asal kita bertakwa kepada Allah, Sang Penguasa.
Pertanyaannya adalah :
Apakah takwa bisa mendatangkan uang.?
Apakah bisa membuat perut kenyang..?
Di kepala kita sebenarnya sering tergelitik pertanyaan seperti itu, namun kita kagok atau malu-malu untuk menanyakan kepada kyai atau ustad-ustad yang memberikan ceramah.
Kalau saya pribadi memilih dan memutuskan jawabannya adalah 100% Ya..! Meskipun saya juga malu dan kagok untuk nanya ke guru ngaji saya (manurut saya kepercayan itu tidak perlu fakta...pilih saja untuk percaya maka kita akan ada di area dan menjadi member seperti yang kita yakini..)
Sebelum memulai bisnis saya sangat yakin rejeki itu ada di mana-mana karena semua yang dikatakan Allah pasti terjadi, dan berbekal keyakinan itu saya memumulai segala sesuatunya...
Ada kisah menarik. Di daerah tetangga kabupaten di kampung saya, yakni di Purwokerto pada akhir Maret 2006 diadakan bazar yang lingkupnya kecil. Kalau untuk ukuran Jakarta ya "very-very small" alias cemen..!
Bazarnya adalah bazar ibuibu wali murid yang akan mengambil raport kenaikan kelas anak-anaknya.
Bisa dibayangkan ibu-ibu di sekolahan kampung itu ya paling-paling bawa 5 sampai 20 ribu buat jajan bakso anaknya yang Rp 2.500 saja sudah dapat 1 mangkok full dan lagipula tujuannya ke sekolahan tidak ke mall atau ke pasar kecuali yang sekalian mampir, itupun saya yakin tidak banyak.
Saat itu distro saya yang di Wonosobo baru blue print dan masih banyak di angan2 tapi barang dagangan saya sudah beli sekitar 5 jutaan. Memang saya nekat...
Saya pompa semangat team saya untuk full power ikutan bazar dan mengkhayal seolah-olah itu adalah bazar di istana yang akan didatangi oleh SBY sehingga kita harus tampil paling menarik.
Team sepakat dan semangat bahkan pada hari (H-3)nya bawa 3 pasukan, meja makan di rumah yang cukup besar pun dibawa untuk menggelar dagangan. Ceritanya tempat akan dibuat full heboh.!
Ternyata sampai di tempat acara kita kaget. We lha...tempatnya ternyata tidak lebih besar dari lapangan badminton, dan ternyata 1 kapling bazar ming dikasih tempat 1x1 meter. Semangat team yang tadinya full power langsung melorot, dan mereka telpon, apa mau batal saja.?
Saya jawab No.! tetap jalan dan tetap full seperti pameran di istana yang SBY bakalan datang. Ide terserah, kapling yang 1x1 meter itu isi saja dengan gambar-gambar banner thok saja misalnya nanti jualannya di tempat parkir mobil yang jauh dari arena pameran tidak masalah yang penting action jalan dan kita tidak mundur.
Dan saya minta pada hari H ada yang bagi-bagikan brosur agar serasa benar-benar pameran di kota besar. Bagaimana hasil pada saat hari H..?
Ternyata lebih 90% ibu-ibu yang datang dengan uangnya yang minim-minim merubung tempat kami dari awal pameran hingga usai, dan kami juga baru tahu dari panitian pada hari itu bahwa pamerannya ternyata 2 jam saja.!
Tapi alhamdulillah dari tempat yang mungil dan hanya dalam waktu 2 jam tema kami meraup omset 1 juta.! plus ibu-ibu yang beberapa hari kemudian datang kerumah dengan membawa uang yang lebih banyak berbelanja dan bahkan beberapa diantaranya ingin jadi agen, meskipun untuk itu mereka harus keluar uang cukup banyak untuk di daerah, yakni sekitar 3 jutaan.
Saya mantap dengan keyakinan saya, bahwa bila kita bertaqwa maka akan datang rejeki dari arah yang tidak diduga-duga...
Saat ini di Wonosobo di alun-alun kota sedang diadakan bazar pesta rakyat dari tanggal 20 April sampai 14 Mei 2006, dan saya punya cerita yang lebih heboh lagi tentang perjalanan bazar ini awal mucul keajaiban-keajaiban kecil yang sama sekali tidak saya duga sebelumnya.
Semua itu karena Saya Believe dengan pernyataan diatas...
Salam Hangat
Hadi Kuntoro
Pertanyaannya adalah :
Apakah takwa bisa mendatangkan uang.?
Apakah bisa membuat perut kenyang..?
Di kepala kita sebenarnya sering tergelitik pertanyaan seperti itu, namun kita kagok atau malu-malu untuk menanyakan kepada kyai atau ustad-ustad yang memberikan ceramah.
Kalau saya pribadi memilih dan memutuskan jawabannya adalah 100% Ya..! Meskipun saya juga malu dan kagok untuk nanya ke guru ngaji saya (manurut saya kepercayan itu tidak perlu fakta...pilih saja untuk percaya maka kita akan ada di area dan menjadi member seperti yang kita yakini..)
Sebelum memulai bisnis saya sangat yakin rejeki itu ada di mana-mana karena semua yang dikatakan Allah pasti terjadi, dan berbekal keyakinan itu saya memumulai segala sesuatunya...
Ada kisah menarik. Di daerah tetangga kabupaten di kampung saya, yakni di Purwokerto pada akhir Maret 2006 diadakan bazar yang lingkupnya kecil. Kalau untuk ukuran Jakarta ya "very-very small" alias cemen..!
Bazarnya adalah bazar ibuibu wali murid yang akan mengambil raport kenaikan kelas anak-anaknya.
Bisa dibayangkan ibu-ibu di sekolahan kampung itu ya paling-paling bawa 5 sampai 20 ribu buat jajan bakso anaknya yang Rp 2.500 saja sudah dapat 1 mangkok full dan lagipula tujuannya ke sekolahan tidak ke mall atau ke pasar kecuali yang sekalian mampir, itupun saya yakin tidak banyak.
Saat itu distro saya yang di Wonosobo baru blue print dan masih banyak di angan2 tapi barang dagangan saya sudah beli sekitar 5 jutaan. Memang saya nekat...
Saya pompa semangat team saya untuk full power ikutan bazar dan mengkhayal seolah-olah itu adalah bazar di istana yang akan didatangi oleh SBY sehingga kita harus tampil paling menarik.
Team sepakat dan semangat bahkan pada hari (H-3)nya bawa 3 pasukan, meja makan di rumah yang cukup besar pun dibawa untuk menggelar dagangan. Ceritanya tempat akan dibuat full heboh.!
Ternyata sampai di tempat acara kita kaget. We lha...tempatnya ternyata tidak lebih besar dari lapangan badminton, dan ternyata 1 kapling bazar ming dikasih tempat 1x1 meter. Semangat team yang tadinya full power langsung melorot, dan mereka telpon, apa mau batal saja.?
Saya jawab No.! tetap jalan dan tetap full seperti pameran di istana yang SBY bakalan datang. Ide terserah, kapling yang 1x1 meter itu isi saja dengan gambar-gambar banner thok saja misalnya nanti jualannya di tempat parkir mobil yang jauh dari arena pameran tidak masalah yang penting action jalan dan kita tidak mundur.
Dan saya minta pada hari H ada yang bagi-bagikan brosur agar serasa benar-benar pameran di kota besar. Bagaimana hasil pada saat hari H..?
Ternyata lebih 90% ibu-ibu yang datang dengan uangnya yang minim-minim merubung tempat kami dari awal pameran hingga usai, dan kami juga baru tahu dari panitian pada hari itu bahwa pamerannya ternyata 2 jam saja.!
Tapi alhamdulillah dari tempat yang mungil dan hanya dalam waktu 2 jam tema kami meraup omset 1 juta.! plus ibu-ibu yang beberapa hari kemudian datang kerumah dengan membawa uang yang lebih banyak berbelanja dan bahkan beberapa diantaranya ingin jadi agen, meskipun untuk itu mereka harus keluar uang cukup banyak untuk di daerah, yakni sekitar 3 jutaan.
Saya mantap dengan keyakinan saya, bahwa bila kita bertaqwa maka akan datang rejeki dari arah yang tidak diduga-duga...
Saat ini di Wonosobo di alun-alun kota sedang diadakan bazar pesta rakyat dari tanggal 20 April sampai 14 Mei 2006, dan saya punya cerita yang lebih heboh lagi tentang perjalanan bazar ini awal mucul keajaiban-keajaiban kecil yang sama sekali tidak saya duga sebelumnya.
Semua itu karena Saya Believe dengan pernyataan diatas...
Salam Hangat
Hadi Kuntoro
Jumat, 03 Februari 2012
HUKUM TRUK SAMPAH
Hukum truk Sampah by David J. Pollay
Suatu hari saya naik sebuah taxi menuju ke Bandara.
Kami melaju pada jalur yg benar, ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami.
Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.
Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya & memaki-maki ke arah kami.
Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang tersebut.
Saya sangat heran dengan sikapnya yang bersahabat.
Saya bertanya, "Mengapa Anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil Anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!"
Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".
Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah.
Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan.
Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat utk membuangnya & seringkali mereka membuangnya kepada Anda.
Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, lalu lanjutkan hidup.
Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang Anda temui di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.
Intinya, orang yg sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.
Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.
Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu MENYIKAPINYA... YOU CHOOSE TO BE HAPPY OR GRUMPY ..
IT'S JUST A MATTER OF CHOICE!!!
Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.
Jangan pernah menghakimi orang lain
Biarlah kita menjadi pribadi bijak,
Dan mencoba introspeksi diri,
Dan mencoba belajar mengerti orang lain.
Selamat menikmati hidup & bebas dari "sampah"..
Salam,
OMku
(Cuma forward)
Suatu hari saya naik sebuah taxi menuju ke Bandara.
Kami melaju pada jalur yg benar, ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami.
Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.
Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya & memaki-maki ke arah kami.
Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang tersebut.
Saya sangat heran dengan sikapnya yang bersahabat.
Saya bertanya, "Mengapa Anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil Anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!"
Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".
Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah.
Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan.
Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat utk membuangnya & seringkali mereka membuangnya kepada Anda.
Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, lalu lanjutkan hidup.
Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang Anda temui di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.
Intinya, orang yg sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.
Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.
Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu MENYIKAPINYA... YOU CHOOSE TO BE HAPPY OR GRUMPY ..
IT'S JUST A MATTER OF CHOICE!!!
Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.
Jangan pernah menghakimi orang lain
Biarlah kita menjadi pribadi bijak,
Dan mencoba introspeksi diri,
Dan mencoba belajar mengerti orang lain.
Selamat menikmati hidup & bebas dari "sampah"..
Salam,
OMku
(Cuma forward)
Langganan:
Komentar (Atom)